URBANCITY.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menerima lawatan kenegaraan Presiden Cina Xi Jinping di Gedung Putih. Pertemuan bilateral tersebut berlangsung pada Kamis, 24 September 2026.
Pertemuan tingkat tinggi ini menyoroti sejumlah sengketa strategis kedua negara adidaya. Isu utama mencakup perang tarif dagang, regulasi kecerdasan buatan, hingga rivalitas militer. Selain itu, jamuan kenegaraan bertabur parade militer ini membuahkan beberapa kesepakatan krusial.
1. Masa Jeda Perang Dagang Bertambah Dua Bulan
Menteri Keuangan AS Scott Bessent memastikan kelanjutan gencatan senjata perdagangan (trade truce). Oleh karena itu, kebijakan jeda tarif yang sedianya tuntas November resmi mundur hingga 10 Januari mendatang.
Bessent menerangkan alasan di balik perpanjangan waktu dua bulan ini. Menurutnya, penundaan itu bertujuan memberi kedua pihak “lebih banyak waktu untuk melihat apa yang bisa kita lakukan di bidang ekonomi.”
Baca Juga :Â Pertemuan Trump dan Xi Jinping di Pangkalan Andrews, Perpanjang Gencatan Perang Dagang
Kendati demikian, perpanjangan singkat ini belum menuntaskan persoalan mendasar antarkedua negara. Akibatnya, isu tarif impor, pasokan logam tanah jarang (rare-earth), serta pembatasan teknologi canggih masih menggantung.
Sebelumnya, Bessent mengungkapkan bahwa Beijing telah memenuhi pembelian 25 juta ton kedelai AS. Namun, Cina masih menunggak janji belanja produk pertanian lain senilai 17 miliar dollar AS. Di sisi lain, pejabat AS menyoroti kuota pengiriman rare-earth yang belum memenuhi target.
Situasi tak menentu ini memaksa para pelaku usaha bersikap ekstra hati-hati. Meskipun demikian, kedua pemimpin berpeluang mencapai kesepakatan permanen sebelum 10 Januari. Peluang itu terbuka melalui KTT multilateral di Shenzhen dan Miami akhir tahun ini.




