URBANCITY.CO.ID – Langit kawasan Desa Madara, Kecamatan Dusun Selatan, berubah menguning akibat kepulan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian pekat.
Kobaran api yang merembet hingga mendekati jalan arteri utama ini membunyikan alarm bahaya bagi kenyamanan mobilitas publik sekaligus kelangsungan iklim investasi daerah.
Kondisi ekstrem tersebut memaksa tim gabungan lintas instansi bergerak cepat menekan potensi kerugian sosial-ekonomi yang lebih luas.
Bagi masyarakat komuter dan pelaku usaha urban, kebakaran di jalur strategis bukan sekadar isu ekologis musiman.
Baca Juga:Â Akses Tanggap Karhutla Palangka Raya Pacu Perlindungan Aset Kawasan
Gangguan visibilitas dan polusi udara langsung menekan efisiensi logistik, memperlambat arus komoditas antardaerah, serta memicu lonjakan biaya kesehatan.
Kecepatan penanganan di lapangan memegang peranan krusial guna menjaga ketahanan rantai pasok dan melindungi nilai aset properti di sekitar koridor ekonomi Barito Selatan.
Strategi Pemadaman Terpadu Amankan Koridor Ekonomi
Personel gabungan dari Polres Barito Selatan, TNI, BPBD, KPHL, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan dinas teknis berjibaku mengendalikan kobaran api yang membakar lahan gambut kering.
Baca Juga:Â Titik Api Karhutla di Kalimantan dan Sumatra Melonjak, BNPB Siaga Penuh
Tim pemadam menyemprotkan cairan kimia khusus X-Fire guna memutus perambatan api secara cepat sebelum melumpuhkan jalur transportasi utama.
Operasi pemadaman maraton ini berlangsung intensif sejak Kamis (8/10) hingga Sabtu (10/10/2026). Petugas menghadapi tantangan berat berupa lapisan gambut padat yang menyimpan bara panas meski permukaan tanah terlihat sudah padam.
Tim terus menjaga titik-titik krusial di sepanjang bahu jalan raya agar konektivitas antarwilayah tetap berjalan lancar.
Kapolres Barsel AKBP Eko Mardianto memimpin langsung operasi lapangan untuk memastikan keselamatan publik dan keamanan aset wilayah.
Baca Juga:Â Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Redam Karhutla dan Lindungi Investasi
“Dalam 2-3 hari ini upaya pemadaman karhutla terus dilakukan oleh tim pemadam kebakaran gabungan, baik dari Polres Barsel, TNI, BPBD, KPHL, MPA, dan rekan Dinkes serta lainnya di wilayah Desa Madara. Karena kekeringan dan gambut sehingga medan di lapangan sangat berat, hingga beberapa jam baru dapat dipadamkan semuanya,” kata Eko, Sabtu (10/10/2026).
Pemanfaatan Teknologi Drone Deteksi Titik Panas Gambut
Tim satgas mengerahkan teknologi pesawat nirawak (drone) untuk memetakan sebaran suhu dan mendeteksi titik panas tersembunyi secara akurat.
Langkah pemantauan cerdas ini mempercepat respons pendinginan (cooling down) sehingga tim dapat mencegah kemunculan api susulan sedini mungkin.
Baca Juga:Â Tersangka Karhutla di Berau Mengaku Diperintah Pemilik Lahan Sawit
“Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan masih adanya titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan,” katanya.
Kabagops AKP Afif Hasan dan Kapolsek Dusun Selatan Iptu Sugito turut mendampingi Kapolres dalam membagi regu pemadam ke kantong-kantong lahan paling rawan.
Langkah taktis ini memastikan pendinginan lapisan bawah tanah tuntas optimal sebelum bara kembali memicu kabut asap tebal.
Sinergi Mitigasi Karhutla Jaga Stabilitas Investasi
Baca Juga:Â Investasi Sehat Hunian Urban: Cara Lindungi Pernapasan Anak dari Ancaman Kabut Asap
Langkah preventif memerlukan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan guna menjamin kepastian berusaha dan keamanan lingkungan hunian.
Polres Barsel memperketat larangan pembakaran lahan tanpa izin demi mencegah degradasi kualitas udara yang dapat merusak daya tarik investasi daerah.
“Polres Barito Selatan juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan melalui call center 110 apabila menemukan adanya titik api, guna dilakukan pemadaman dengan cepat dan mencegah terjadinya kebakaran yang lebih luas lagi,” tegas Eko.
Data BPBD mencatat karhutla di Kabupaten Barito Selatan hingga awal Oktober 2026 telah melahap 1.144,46 hektare lahan dari 250 kejadian.
Baca Juga:Â Singapura Siagakan Tim Khusus Hadapi Ancaman Kabut Asap Lintas Batas dari Indonesia
Penanggulangan terukur menjadi kunci mutlak untuk memulihkan indeks kualitas udara dan memulihkan kembali denyut perekonomian kawasan.




