URBANCITY.CO.ID – Aktivitas finansial masyarakat modern menuntut ekosistem perbankan yang lincah, aman, sekaligus menguntungkan.
Menjawab kebutuhan gaya hidup urban tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memborong empat penghargaan prestisius dalam ajang Top 20 Financial Institutions Award 2026 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (22/10).
Pengakuan dari The Finance (Infobank Media Group) ini menegaskan posisi BRI bukan sekadar bank konvensional, melainkan penggerak utama inklusi dan kenyamanan transaksi digital masyarakat perkotaan.
Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto menerima langsung deretan trofi bergengsi tersebut. Lembaga riset independen menobatkan BRI meraih The Finance Golden Star Award 2026 serta predikat “Sangat Bagus” dalam Top 20 Financial Institution 2026 kategori bank beraset Rp500 triliun ke atas.
Baca Juga: BRI Rilis Tiga Reksa Dana Eastspring: Investasi Cerdas Urban Mulai Rp100 Ribu
Selain itu, The Finance menyematkan Special Award 2026 untuk dua kategori krusial: The Most Active Digital Banking Transactions dan The Most Inclusive Bank in MSME Financing.
Kajian independen menetapkan penilaian berbasis performa neraca keuangan selama tiga periode terakhir.
Stabilitas likuiditas serta efisiensi operasional menempatkan bank pelat merah ini pada radar teratas instrumen investasi favorit para profesional muda dan pemodal institusi.
Kinerja Laba Rp31,2 Triliun Perkokoh Daya Tarik Investasi Saham
Baca Juga: BRI Dukung Kontingen Asian Games 2026, Bangun Prestasi dan Nilai Bangsa
Kinerja keuangan cemerlang memicu optimisme investor pasar modal terhadap prospek pembagian dividen perseroan ke depan.
Sepanjang semester I 2026, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp31,2 triliun atau melesat 17,5% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Pertumbuhan laba berkualitas ini membuktikan ketangguhan manajemen menjaga profitabilitas sembari terus menuntaskan transformasi bisnis di tengah volatilitas makroekonomi.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan bahwa pencapaian tersebut menunjukkan kemampuan Perseroan menjaga fundamental bisnis di tengah dinamika ekonomi global. Menurutnya, penghargaan ini menjadi momentum bagi BRI untuk melanjutkan transformasi perusahaan.
Baca Juga: BRI Nusa Dua Eco Market 2026 Cetak Transaksi Nyaris Rp200 Juta
“Penghargaan ini menjadi pengakuan atas konsistensi BRI dalam menjaga kinerja dan menjawab kebutuhan nasabah. Kami akan terus mempercepat transformasi digital untuk menghadirkan layanan yang semakin mudah, aman, dan terintegrasi, sekaligus menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Hery.
Aplikasi Digital Terintegrasi Manjakan Gaya Hidup Cepat Komuter
Pertumbuhan transaksi nontunai mengubah kebiasaan masyarakat perkotaan dalam mengelola cash flow harian.
Predikat The Most Active Digital Banking Transactions membuktikan keberhasilan kanal digital perseroan menjadi andalan belanja, pembayaran tagihan, hingga transfer lintas platform secara instan.
Baca Juga: Kemenpar Gandeng BRI Jazz Gunung 2026 Poles Wisata Pegunungan Nasional
Integrasi sistem pembayaran digital ini memberi fleksibilitas waktu bagi para pelaku urban yang menuntut transaksi serba ringkas dan real-time.
Akselerasi digital turut mempercepat penyaluran intermediasi dana ke sektor-sektor produktif secara tepat sasaran.
Hingga akhir Juni 2026, portofolio pembiayaan perseroan menembus angka Rp1.645,5 triliun atau naik 16,2% yoy.
Sektor UMKM menyerap porsi terbesar senilai Rp1.235,4 triliun (tumbuh 8,6% yoy), membuktikan perputaran ekonomi sektor riil tetap melaju kencang berkat sokongan likuiditas perseroan.
Baca Juga: Jembatan Gantung BRI Cianjur: Solusi Konektivitas Aman Pemicu Nilai Investasi Kawasan
Pemberdayaan Ultra Mikro Ciptakan Rantai Pasok Usaha Mandiri
Gaya hidup urban modern kini sangat bergantung pada pasokan bahan pangan serta produk kreatif dari pelaku usaha mikro.
Melalui Holding Ultra Mikro, perseroan mengelola 166,3 juta rekening simpanan, melayani 33,8 juta debitur pinjaman, serta meluluskan 2,3 juta pelaku usaha naik kelas.
Sinergi ini membuka pintu gerbang perbankan formal sekaligus melatih para perintis usaha lokal mengadopsi standar bisnis modern.
Baca Juga: Bank BRI – Universitas Indonesia Resmikan Work Startup Center
Penguatan daya saing komunitas wirausaha terus berlangsung melalui program pendampingan komprehensif.
Hingga semester I 2026, inisiatif Desa BRILiaN merangkul 5.700 desa, program Klasterku Hidupku memayungi 44 ribu klaster komoditas, portal digital linkumkm menjaring 17,3 juta pelaku usaha, dan Rumah BUMN mengedukasi 596 ribu wirausahawan.
Ekosistem terintegrasi ini menjamin ketersediaan barang berkualitas di pasar retail perkotaan secara berkesinambungan.
“UMKM tidak hanya menjadi core business Perseroan, tetapi juga merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, peran BRI tidak berhenti sebagai financial intermediary, tetapi juga sebagai enabler yang mendukung pelaku usaha sejak tahap awal, membantu meningkatkan kapasitas dan daya saing, hingga mampu naik kelas. Kami ingin pertumbuhan BRI berjalan beriringan dengan kemajuan UMKM dan ekonomi kerakyatan,” tutup Hery.




