URBANCITY.CO.ID – Gaya hidup masyarakat urban kian menempatkan produk kreatif lokal sebagai bagian dari tren konsumsi modern bernilai investasi tinggi.
Peluang ekspansi pasar ini menuntut para perintis usaha bertransformasi dari sekadar produsen komunitas menjadi entitas bisnis yang matang secara finansial.
Menangkap momentum tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif melalui Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif menggelar program Creative Economy Ready for Financing (CreaFIN) di Ara Cafe & Eatery, Kabupaten Simalungun, Selasa (27/10).
“Pelaku ekonomi kreatif perlu siap secara kapasitas dan tata kelola agar dapat mengakses pendanaan dan pembiayaan yang tepat. Creative Hub juga kami dorong menjadi ruang kolaborasi yang menumbuhkan ekosistem ekonomi kreatif di daerah,” ujar Mohammed Ali Berawi, Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Kementerian Ekraf.
Baca Juga: Kementerian Ekraf Buka Peluang Investasi Usaha Pesantren di Mandaya Awards 2026
Menyiapkan Bisnis Bankable untuk Investor Urban
Sebanyak 50 pelaku ekonomi kreatif terpilih menyerap kurikulum intensif seputar fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR), pencatatan keuangan digital, kepatuhan legalitas hukum, hingga skalabilitas model bisnis berbasis teknologi.
Seluruh materi ini membekali para founder lokal agar mampu memproyeksikan valuasi usaha yang terukur, memenuhi standar kelayakan perbankan (bankable), serta memikat minat pemodal ventura maupun investor perkotaan.
Aktivasi Creative Hub sebagai Ekosistem Kolaborasi
Baca Juga: Menteri Ekraf dan ICCN Pacu Investasi Kreatif Daerah Menuju Pasar Global
Inisiatif ini mengukuhkan komitmen Program Flagship Kementerian Ekraf dalam mengoptimalkan ruang kreatif daerah menjadi sentra inkubasi bisnis modern berjejaring luas.
Pola aktivasi kawasan seperti ini menciptakan sentra pertumbuhan ekonomi baru yang selaras dengan tren ruang komunal kota-kota maju, menyusul keberhasilan program serupa di Kabupaten Samosir dan Kota Bogor.
Sesi pembekalan menghadirkan insight praktis lewat kisah sukses Rosalina Sitanggang, pemilik Tiara Bakery, yang membedah strategi bertahan dan berkembang di pasar kompetitif.
Sofian Hadi bersama Arwita Rahmadiyah Pasaribu dari Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara turut membedah manajemen arus kas industri kreatif serta menyosialisasikan instrumen pembiayaan perbankan yang fleksibel bagi ekspansi bisnis.
Baca Juga: Ekraf Boyong 46 Jenama ke TEI 2026 Buka Peluang Cuan Ekspor Global
Sinergi Strategis Dorong Skalabilitas Berkelanjutan
Dukungan penuh mengalir dari pemerintah daerah yang melihat besarnya dampak perputaran ekonomi kreatif terhadap daya tarik wilayah.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Simalungun, Franky Fernandus Purba, menyambut positif akselerasi kapasitas ini.
“Kami berharap CreaFIN dapat membuka akses yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif di Simalungun dan memperkuat kolaborasi lintas pihak,” ujarnya.
Baca Juga: Investasi Ekraf Indonesia-Mozambik Buka Peluang Bisnis Global Baru
Kolaborasi erat antara Kementerian Ekraf, Pemerintah Kabupaten Simalungun, perbankan daerah, dan komunitas kreatif mematangkan ekosistem usaha lokal menuju standar pasar yang lebih modern.
Integrasi ide inovatif, kecakapan finansial, dan kesiapan tata kelola modal kini memposisikan pegiat kreatif Simalungun sebagai portofolio investasi daerah yang menjanjikan.




