URBANCITY.CO.ID – Bekerja fleksibel dengan penghasilan kompetitif kini bukan lagi monopoli kaum profesional di kawasan segitiga emas Sudirman-Thamrin.
Gelombang desentralisasi ekonomi digital membuktikan bahwa produktivitas tinggi dapat tercipta dari beranda rumah pedesaan.
Di Desa Adiluhur, Kebumen, anak-anak muda lokal membuktikan efisiensi gaya hidup modern: memangkas biaya hidup perkotaan yang tinggi sambil mengamankan pendapatan mandiri lewat layar ponsel dan laptop.
Langkah ini sejalan dengan inisiatif Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui Program Aktivasi Desa Kreatif. Program ini menghadirkan ekosistem inkubasi terukur yang mengubah talenta lokal menjadi aset bernilai tambah tinggi bagi pasar nasional.
Baca Juga: Kementerian UMKM Genjot Pasar Digital dan Logistik Aceh, Buka Cuan Investasi Lokal
Efisiensi Biaya dan Peluang Cuan Digital dari Desa
Bagi pelaku ekonomi digital seperti Yudi, bekerja dari desa memberikan imbal hasil hidup (lifestyle return) yang jauh lebih menguntungkan ketimbang menanggung biaya sewa hunian dan mobilitas harian kota metropolitan. Akses internet membuka keran kemandirian finansial tanpa menuntut pengorbanan personal.
Kisah Yudi membuktikan potensi monetisasi konten yang kian menjanjikan dari daerah: “Luar biasa sekali rangkaian acara Aktivasi Desa Kreatif yang menambah insight kepada kami. Mudah-mudahan ke depan ada tingkat selanjutnya karena pelatihan konten digital harus menjangkau materi lebih dalam. Harapannya, bakal ada pelatihan yang lebih advance dan bisa dijembatani untuk bertemu dengan afiliator-afiliator dari Jakarta,” ujar Yudi.
Investasi Modal Manusia Pacu Pertumbuhan Ekonomi Baru
Baca Juga: IP Digital Jadi Aset Cuan: RI Rancang Tata Kelola Royalti Global di Bali
Pemerintah menempatkan pengembangan talenta digital daerah sebagai investasi strategis jangka panjang.
Program yang menjangkau 80 desa di Indonesia ini mengintegrasikan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dengan akses jaringan pasar modal dan industri kreatif nasional.
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menegaskan arah kebijakan pembinaan talenta lokal saat berkunjung ke Desa Adiluhur, Minggu (1/11): “Kementerian Ekraf melihat banyak sekali desa-desa di Kebumen yang mempunyai potensi ekonomi kreatif dan sudah dibina oleh pemerintah daerah. Arahan Presiden adalah jangan hanya membangun desa yang baru, tetapi perkuat dukungan untuk talenta-talenta yang luar biasa, ragam jenama lokal, serta produk-produk industri kreatif dari berbagai desa,” ujar Teuku Riefky.
Melalui kemitraan dengan praktisi industri seperti Iqbal Fais (Head Officer Voice People Jogja), anak-anak muda mengasah keahlian sulih suara, storytelling, serta manajemen reputasi profesional di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Skema ini menyiapkan tenaga kerja terampil yang siap melayani klien korporasi dari jarak jauh.
Baca Juga: Akselerasi Wirausaha Kalbar: Menteri Maman Buka Peluang Cuan Kaum Urban
Menteri Ekraf menggarisbawahi kontribusi nyata sektor ini terhadap indikator makroekonomi: “Ekonomi kreatif di berbagai daerah sudah terbukti menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi. Apalagi saat ini banyak kegiatan ekonomi kreatif digerakkan generasi Z dan milenial. Kita ingin kreativitas dari desa bisa memberikan penghasilan yang layak, membuka lapangan kerja, meningkatkan ekonomi daerah, dan berkontribusi terhadap PDRB,” ucap Teuku Riefky.
Kolaborasi Strategis Perluas Portofolio Pasar Kreatif
Kebumen mengonsolidasikan portofolio aset kreatifnya dari sektor kriya, seni pertunjukan, kuliner, hingga pariwisata agar terkoneksi langsung dengan ekosistem digital nasional. Sinergi ini membuka likuiditas pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha daerah.
Wakil Bupati Kebumen, Zaeni Miftah, menekankan pentingnya modernisasi kanal distribusi tersebut: “Potensi ekonomi kreatif di Kabupaten Kebumen sangat beragam, mulai dari produk kuliner, kriya, pariwisata, hingga seni dan budaya. Kami berharap kolaborasi ini dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Dengan peningkatan keterampilan dan akses pasar, ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah,” ungkap Zaeni.
Baca Juga: Peluang Cuan BRILink Agen Fillio: Gerakkan Arus Kas UMKM Pinggiran Dumai
Kunjungan kerja ini melibatkan jajaran pimpinan Kementerian Ekraf, antara lain Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga Rian Syaf, Direktur Konten Digital Yuana Rochma Astuti, Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi Anggara Hayun Anujuprana, Direktur Jasa TIK Dony Harso, Plt. Kepala Biro Umum Indra Saputra Farhas, serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Protokol dan Koordinasi Daerah Panji Purboyo.
Kepala Desa Adiluhur Maryono, Ketua Bidang DPC Gekrafs Jakarta Aliah Lestari Sayuti, dan CEO PT Cipta Kreasi Sinergi Indonesia (AKSARA) Bambang Wicaksono turut memperkuat konsorsium kolaborasi strategis ini.




