URBANCITY.CO.ID – Tren konsumsi produk otentik kian mendominasi preferensi gaya hidup urban modern. Konsumen perkotaan kini aktif memburu komoditas bernilai tambah tinggi yang memadukan keunikan tradisi dan estetika kontemporer.
Langkah strategis Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya mendirikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ekonomi kreatif menghadirkan momentum emas bagi percepatan pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka keran investasi baru.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menyambut optimis langkah pembentukan lembaga resmi tersebut saat menggelar audiensi di Jakarta, Senin (2/11).
Kehadiran payung regulasi formal meningkatkan daya tarik modal luar daerah masuk ke ekosistem kreatif lokal.
Baca Juga:Â Akselerasi Bisnis Ekraf Simalungun: Peluang Investasi dan Naik Kelas
Kebijakan ini sekaligus memacu pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan menyerap tenaga kerja produktif secara berkelanjutan.
“Ekonomi kreatif ini lagi berkembang pesat di berbagai daerah dan kami melihat potensi Kabupaten Pidie Jaya yang cukup tinggi. Nanti output-nya bisa memberikan kontribusi terhadap PDRB dan lapangan kerja,” ujar Menteri Ekraf saat audiensi dengan jajaran Badan Legislasi (Baleg) DPRK Pidie Jaya di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Senin (2/11).
Kolaborasi Strategis Pacu Akses Pasar dan Skala Usaha
Kementerian Ekraf menyiapkan integrasi program flagship nasional guna mendongkrak daya saing produk daerah menembus pasar premium perkotaan.
Baca Juga:Â Kementerian Ekraf Buka Peluang Investasi Usaha Pesantren di Mandaya Awards 2026
Inisiatif seperti Aktivasi Desa Kreatif, Creative Hub, dan Creative by Indonesia menggaransi peningkatan standar kualitas produk kerajinan serta gaya hidup lokal.
Skema kolaborasi tersebut mempercepat proses kurasi talenta dan mempermudah akses pembiayaan skala usaha.
“Nanti silakan apa yang menjadi program prioritas dari Pemerintah Kabupaten bisa sesuaikan dengan flagship yang kita miliki. Nanti ada dua yang bisa kita intervensi, baik itu pengembangan talenta maupun brand-nya terkait akses pasar,” jelas Menteri Ekraf.
Dukungan infrastruktur pemasaran modern mengonversi keahlian perajin tradisional menjadi unit bisnis komersial berdaya pikat tinggi.
Baca Juga:Â Menteri Ekraf dan ICCN Pacu Investasi Kreatif Daerah Menuju Pasar Global
Kehadiran ruang kreatif (creative hub) turut merangsang gaya hidup kolaboratif generasi muda setempat agar memproduksi inovasi bernilai jual tinggi.
Produk Otentik Lokal Buka Peluang Ekspansi Investasi
Ketua Baleg DPRK Pidie Jaya, Nazarudin Ismail, membeberkan portofolio aset kreatif unggulan daerah yang siap memenuhi selera pasar nasional.
Komoditas fesyen eksklusif seperti Batik Kakao dan sepatu kulit lokal menawarkan marjin keuntungan menjanjikan bagi pelaku industri ritel modern.
Baca Juga:Â Investasi Talenta Suara WCCE 2026 Buka Peluang Pasar Ekraf Global
Pihak legislatif saat ini merampungkan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) pada Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif.
“Jadi, di Pidie Jaya ini banyak potensi yang bisa dikembangkan. Kami punya Batik Kakao, kuliner, hingga usaha sepatu kulit. Tentu mereka (talenta kreatif) ini sangat menginginkan pelatihan, pendampingan hingga akses pasar sehingga mereka bisa ekspansi lebih lanjut. Sehingga pengembangan ekonomi kreatif di Pidie Jaya dapat terwujud dengan adanya dinas dan sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah,” terangnya.
Kepastian regulasi dinas teknis memperkuat rasa percaya diri investor swasta untuk menyuntikkan modal ventura ke sentra produksi lokal.
Ekosistem usaha yang terstruktur rapi memangkas risiko rantai pasok dan memperluas distribusi produk etnik ke etalase gaya hidup bergengsi di kota-kota besar.
Baca Juga:Â Investasi Ekraf Indonesia-Mozambik Buka Peluang Bisnis Global Baru
Sinergi Pusat Daerah Perkuat Daya Saing Ekosistem
Kolaborasi lintas pemangku kepentingan mengunci kepastian eksekusi program ekonomi kreatif dari hulu rantai pasok hingga hilir pasar konsumen.
Integrasi rantai nilai ini menciptakan diversifikasi portofolio ekonomi daerah yang lebih tangguh terhadap fluktuasi ekonomi makro.
Pertumbuhan sektor kreatif Pidie Jaya sekaligus melahirkan simpul ekonomi baru yang ramah generasi muda dan menyerap tenaga kerja terampil.
Baca Juga:Â Kemitraan Ekraf dan Netflix Buka Potensi Cuan Sastra Masuk Sinema Global
Pertemuan strategis tersebut turut menghadirkan Staf Ahli Menteri Bidang Sistem Pemasaran dan Infrastruktur, Septriana Tangkary; Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Mohammed Ali Berawi; serta Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga, Rian Syaf.
Sinergi ini memastikan implementasi regulasi, pemetaan pasar, dan pendampingan bisnis kreatif Pidie Jaya berjalan tepat sasaran.




