URBANCITY.CO.ID – Kawasan penyangga ibu kota kini bertransformasi menjadi episentrum baru pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan komunitas urban.
Menjawab tren pergeseran gaya hidup perkotaan yang kian mengapresiasi produk autentik dan bernilai tambah, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) meluncurkan program Aktivasi Desa Kreatif di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Inisiatif strategis ini mengintegrasikan empat pilar utama: seni pertunjukan, fotografi dan penulisan, pengembangan gim, serta fasilitasi pendaftaran kekayaan intelektual (HAKI) sebagai aset investasi jangka panjang.
Langkah akselerasi ini mempertegas peran sentral ekonomi kreatif sebagai The New Engine of Growth dari tingkat akar rumput.
Baca Juga: Buntut Kasus Video Profil Desa Karo, Menteri Ekraf: Pengadaan Jasa Kreatif Berbeda dengan Barang
Selaras dengan agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memodernisasi dan memberdayakan desa, program ini menyuntikkan keunggulan kompetitif bagi talenta lokal agar mampu merebut ceruk pasar perkotaan yang dinamis sekaligus membuka peluang usaha yang menguntungkan.
“Melalui keempat kegiatan ini, kami ingin meningkatkan keterampilan, memperluas jejaring, dan mengembangkan kreativitas menjadi peluang usaha. Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal bagi tumbuhnya ekosistem kreatif Bojonggede yang semakin kuat dan berkelanjutan serta semakin banyak desa yang mampu menghasilkan produk kreatif unggulan dan menciptakan peluang usaha bagi masyarakat,” ungkap Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, Selasa (3/10).
Mendorong Valuasi Bisnis Lokal Lewat Proteksi Kekayaan Intelektual
Pemerintah menargetkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pembuat konten, seniman, generasi muda, hingga investor lokal untuk membangun ekosistem usaha yang mandiri.
Baca Juga: Strategi Digital KKN Fikom UIC: Membangun Branding Wisata dan Ekonomi Kreatif Desa Sedari, Karawang
Melalui sinergi ini, para local hero mendapatkan panggung strategis untuk meningkatkan skala bisnis dari skala komunitas menuju pasar nasional.
“Kementerian Ekraf terus mendukung lintas subsektor ekonomi kreatif yang menjadi kebanggaan bersama. Semangat local hero go national bisa berlanjut menjadi national champion go global, di mana kolaborasi bersama pemerintah daerah, praktisi, dan komunitas ini diharapkan memicu pertukaran pengetahuan guna meningkatkan kapasitas karya yang kian berkembang,” tambahnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bogor, Ria Marlisa, mengapresiasi penyelenggaraan program tersebut.
Ria menegaskan bahwa kolaborasi bersama Kementerian Ekraf membuka ruang bagi pelaku seni dan usaha kreatif lokal untuk meningkatkan kapasitas sekaligus mengembangkan potensi ekonomi desa.
“Semoga kegiatan ini tidak sekadar menjadi ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga meningkatkan kapasitas pelaku seni, memicu inovasi, dan memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,” kata Ria.
Guna mengamankan nilai ekonomi dan investasi karya lokal, Kementerian Ekraf menggandeng Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Barat dan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) untuk memfasilitasi legalitas merek 50 pelaku UMKM kreatif.
Proteksi hukum ini menjadi modal penting bagi pelaku usaha dalam membangun kepercayaan konsumen modern dan menjaring pembiayaan bisnis yang lebih luas.
Sentuhan Gaya Hidup Modern Perkuat Daya Saing Seni dan Produk Lokal
Baca Juga: Menteri Ekraf dan ICCN Pacu Investasi Kreatif Daerah Menuju Pasar Global
Menteri Ekraf meninjau langsung pelaksanaan lokakarya seni pertunjukan bertajuk “Mengembangkan Kreativitas, Merawat Budaya, Membangun Kolaborasi” yang melibatkan 50 peserta bersama Abdul Samad Laode, Yahya AS Betawi, dan Dr. Denta Mandra Pradipta.
Pelatihan ini membedah strategi monetisasi seni tradisi agar selaras dengan selera pasar pop urban modern.
Salah satu peserta, Pendiri TK Cerdas Ceria Bojonggede, Kusri Mumpuni, menilai pelatihan tersebut memberikan wawasan baru mengenai pengemasan seni tradisi agar lebih adaptif dan memiliki daya saing.
Kunjungan berlanjut ke sesi Showcase Gim Digital dan Playday Board Game yang melibatkan 50 pegiat muda dan komunitas.
Baca Juga: KemenEkraf Pacu Musisi Parapat Tembus Pasar Digital dan Industri Kreatif
Ajang interaktif ini membuktikan bahwa industri gim lokal mampu menjadi sarana edukasi, literasi finansial-sosial, serta alternatif hiburan keluarga modern yang bernilai komersial tinggi.
Guru SDN Bambu Kuning Bojonggede, Agustina Erbiyanti, mengapresiasi kegiatan tersebut karena permainan dapat menjadi sarana pembelajaran sekaligus pengembangan karakter anak.
“Kegiatan bermain secara langsung ini sangat bagus untuk melatih motorik, meningkatkan interaksi sosial, dan membangun empati anak agar tidak menyendiri. Kami berharap permainan ini dapat membantu membentuk karakter mereka menjadi lebih positif. Kami juga bangga melihat langsung karya pengembang lokal yang kualitasnya tidak kalah dari buatan luar negeri,” ungkapnya.
Optimalisasi Ruang Publik Menjadi Hub Kreatif Masa Depan Komunitas
Baca Juga: Dorong Investasi Kreatif Samosir, Ekraf Buka Peluang Akses Modal Usaha
Aktivitas peninjauan ditutup dengan Workshop Fotografi dan Penulisan bertema “Melihat, Mengenal, Bercerita” bersama Rizki Trestianto dari Asosiasi Kreator Foto Video Indonesia.
Sebanyak 50 pelaku UMKM mengasah keterampilan visual katalog dan narasi digital (brand storytelling) agar produk khas Bojonggede tampil estetik di etalase media sosial perkotaan.
Menteri Ekraf turut mendorong revitalisasi aset publik seperti Kantor Balai Desa Bojonggede dan Aula Masjid Baiturrahman menjadi ruang kreatif bersama (creative hub).
Pemanfaatan ruang publik multifungsi ini mencerminkan tren gaya hidup urban perkotaan yang produktif, inklusif, dan ramah komunitas.
Baca Juga: Investasi Literasi Anak Perkuat Ekonomi Kreatif, Karya Raya 2026 Cetak Rekor Buku
Sederet jajaran pejabat turut mengawal kunjungan kerja strategis ini, antara lain Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu; Deputi Bidang Kreativitas Media, Cecep Rukendi; Staf Khusus Bidang Manajemen Internal dan Efektivitas Organisasi, Yanuar Pranuradhi; Staf Khusus Bidang Hukum dan Pengembangan Ekonomi Kreatif, Agus Sardjono; Plt. Kepala Biro Umum, Indra Saputra Farhas; Direktur Gim, Luat Sihombing; Tenaga Ahli Menteri Bidang Isu Media dan Opini Publik, Hasbil Mustaqim Lubis; serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga, Gemintang Kejora Mallarangeng. Kepala Desa Bojonggede Dede Malvina dan Camat Bojonggede Tenny Ramdhani bersama jajaran aparatur wilayah setempat juga ikut mendampingi agenda hingga tuntas.




