URBANCITY.CO.ID – Kota modern yang maju selalu menempatkan aksesibilitas setara sebagai tolok ukur peradaban dan investasi sosial jangka panjang.
Langkah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merevitalisasi 836 Sekolah Luar Biasa (SLB) pada 2026 membuka babak baru bagi penguatan ekosistem pendidikan inklusif nasional.
Transformasi ini mengubah paradigma lama gedung sekolah khusus menjadi ruang tumbuh ramah disabilitas yang mendorong kemandirian generasi muda perkotaan maupun daerah.
Kemendikdasmen mempercepat finalisasi desain teknis pembangunan serta bimbingan teknis di Tangerang, Banten, guna memastikan standar konstruksi memenuhi asas keamanan, ergonomi, dan teknologi edukasi modern.
Baca Juga: Pulihkan Pendidikan Sumatra, Kemendikdasmen Kucurkan Rp2 Triliun Bereskan 3.084 Sekolah
Perbaikan fisik gedung sekolah kini langsung terhubung dengan peningkatan kualitas pendampingan serta kesiapan murid memasuki dunia vokasi mandiri.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan urgensi pemenuhan hak fasilitas belajar yang bermartabat bagi semua kelompok anak.
“Revitalisasi ini bukan tujuan, tetapi sarana untuk menghadirkan gedung sekolah yang representatif dan pendidikan yang unggul,” ujar Menteri Mu’ti saat membuka kegiatan di Tangerang, Banten, Senin (2/11).
Baca Juga: Kemendikdasmen Jamin Tidak Ada PHK Massal Guru Non-ASN hingga Desember 2026
Nilai Investasi Sosial: Menuntaskan Ruang Kelas Rusak Secara Cepat
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus), Tatang Muttaqin, mengungkapkan urgensi intervensi fasilitas belajar berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).




