URBANCITY.CO.ID – Kecepatan arus kas dan kepastian transaksi menjadi penentu utama daya saing ekosistem bisnis modern.
Pelaku usaha di kawasan perkotaan kini menuntut visibilitas penuh atas setiap perputaran modal rantai pasok.
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menjawab kebutuhan ritme pasar dinamis ini dengan merilis Dashboard Auto Collection System (ACS) guna mentransformasi sistem pembayaran pelabuhan menjadi lebih transparan, presisi, dan instan.
Inovasi digital ini memangkas friksi administrasi manual yang selama ini membebani biaya operasional logistik perkotaan.
Baca Juga: Pelindo Gandeng Jamdatun Kawal Transformasi Logistik dan Investasi Maritim
Para investor maupun operator logistik langsung memegang kendali penuh atas manajemen likuiditas armada kapal secara mandiri.
Langkah ini menciptakan efisiensi nyata pada biaya operasional sekaligus memperkuat kepastian iklim investasi maritim nasional.
Efisiensi Transaksi Pelabuhan Tingkatkan Daya Saing Investasi
Platform digital terpusat ini menyajikan rincian pergerakan dana secara langsung kepada pengguna jasa logistik pelabuhan.
Baca Juga: Pelindo Perkuat Ekosistem Mangrove Demak Jaga Investasi dan Logistik
Pengguna memantau tiga status transaksi krusial sekaligus, mencakup dana terbayar, dana ditahan, hingga dana dirilis sesuai kepatuhan regulasi.
Visibilitas menyeluruh tersebut meminimalkan risiko modal tertahan sehingga arus perputaran barang kebutuhan masyarakat perkotaan berjalan tanpa hambatan.
Direktur Keuangan Pelindo, Bachtiar Soeria Atmadja mengatakan, pengembangan sistem pembayaran digital merupakan bagian dari upaya Pelindo memperkuat tata kelola transaksi sekaligus memberikan kemudahan dan kepastian informasi kepada pengguna jasa.
“Digitalisasi sistem pembayaran tidak hanya memberikan kemudahan dalam bertransaksi, tetapi juga mendukung transparansi, akurasi pencatatan, serta proses rekonsiliasi yang lebih efektif baik bagi Pengguna Jasa maupun Pelindo. Dengan informasi transaksi yang dapat dipantau secara lebih jelas, kami juga dapat memperkuat tata kelola penerimaan perusahaan,” ujar Bachtiar.
Baca Juga: Pelindo Garap Ship to Ship di Nipa: Dongkrak Cuan Maritim dan Rantai Pasok Global
Integrasi Ekosistem Perbankan Permudah Rekonsiliasi Keuangan
Kemudahan verifikasi data secara otomatis ini menghadirkan rasa tenang bagi para manajer keuangan dan pelaku usaha logistik.
Dashboard ACS menyederhanakan proses pencocokan data serta rekonsiliasi kas internal dengan catatan pembukuan korporasi.
Sinkronisasi digital yang cepat ini membebaskan para profesional logistik dari rutinitas rekonsiliasi manual yang memakan waktu.
Baca Juga: Integrasi Logistik Pelindo: Peluang Investasi dan Gaya Hidup Urban
Arsitektur sistem ACS telah terhubung langsung dengan platform perbankan korporasi terkemuka, seperti Qlola by BRI dan Kopra by Mandiri.
Jaringan perbankan terintegrasi ini menjamin kelancaran kliring pembayaran modal kerja pelabuhan selama 24 jam penuh.
Pelindo berencana menggandeng lebih banyak konsorsium perbankan nasional guna memperluas akses finansial para pelaku industri logistik.
Tata Kelola Transparan Bangun Kepercayaan Pebisnis Logistik
Baca Juga: Krakatau Steel Gandeng Pelindo, Operasikan Kapal Ro-Ro Pembelah Jalur Cigading-Panjang
Implementasi teknologi pembayaran cerdas ini merefleksikan transformasi modern tata kelola korporasi pelat merah berstandar global.
Pelaku usaha menikmati ekosistem logistik maritim yang akuntabel, bebas celah pungutan liar, dan adaptif terhadap ekosistem keuangan terdigitalisasi.
Pola transaksi modern ini mempertegas komitmen Pelindo dalam membentuk rantai pasok maritim yang efisien bagi pertumbuhan ekonomi perkotaan.
“Pemanfaatan Dashboard ACS menjadi bagian dari upaya Pelindo dalam mendorong digitalisasi proses bisnis serta memperkuat tata kelola transaksi jasa kepelabuhanan. Melalui pengembangan sistem yang berkelanjutan, Pelindo berupaya menghadirkan proses pembayaran yang semakin efektif, efisien, transparan, dan akuntabel,” tutup Bachtiar.




