URBANCITY.CO.ID – Presiden ketujuh RI Joko Widodo menghadiri sidang perkara dugaan fitnah di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Jokowi hadir memberikan kesaksian langsung dalam persidangan tuduhan ijazah palsu oleh Roy Suryo.
Dalam ruang sidang, ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini memperlihatkan rangkaian dokumen kelulusannya. Ia membawa ijazah asli mulai tingkat Sekolah Dasar hingga Strata Satu Universitas Gadjah Mada.
Perjuangan Menyusun Skripsi dan Bantahan Soal Huruf
Jokowi menceritakan proses panjang penyusunan karya ilmiah selama menempuh studi di Fakultas Kehutanan UGM. Ia mengaku sempat merombak proposal penelitian sebanyak tiga kali sebelum memperoleh persetujuan dosen.
“Yang Mulia, dalam hal skripsi saya ingin menyampaikan bahwa skripsi ini kami buat dengan mengajukan proposal judul sampai tiga kali kepada dosen pembimbing skripsi saya, yaitu Prof Dr Ir Achmad Soemitro,” ujar Jokowi dalam persidangan.
Baca Juga :Â Investasi Mutu Pendidikan: Mendikdasmen Tinjau TKA di SMAN 3 Tangerang
Dosen pembimbing akhirnya menyetujui topik pola konsumsi kayu lapis di Kotamadya Surakarta. Jokowi menempuh ujian akhir skripsi di hadapan penguji Ir Sofyan Warsito dan Ir P Burhanuddin. Oleh sebab itu, para penguji memberi nilai tertinggi atas pemaparan riset kehutanan tersebut.
“Saya dinyatakan lulus dengan nilai A,” ucap dia.
Selain itu, Jokowi mematahkan argumen kubu Roy Suryo mengenai penggunaan jenis huruf sampul skripsi. Pihak lawan sempat mempermasalahkan pemakaian huruf Times New Roman yang mereka klaim belum terbit pada 1985.
Namun, Jokowi menegaskan pencetakan sampul serta lembar pengesahan berlangsung di Percetakan Perdana. Tak hanya itu, Jokowi mengetik sebagian besar lembar isi naskah memakai mesin tik manual. Banyak mahasiswa angkatannya juga mencetak halaman depan karya ilmiah pada percetakan serupa.
“Kalau dikatakan bahwa covernya pakai Times New Roman yang itu belum ada di tahun 1985, nyatanya ribuan skripsi yang dicetak di Percetakan Perdana itu semuanya juga seperti itu dan bisa,” ujar Jokowi.
“Bukan hanya skripsi saya saja, Yang Mulia,” tegasnya.




