URBANCITY.CO.ID – Kawasan Denpasar Selatan kini bersiap menyambut standar baru gaya hidup perkotaan modern yang inklusif dan efisien.
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengawal ketat realisasi proyek Rumah Susun Masyarakat Berpenghasilan Rendah (Rusun MBR) di Ibu Kota Provinsi Bali ini agar rampung tepat waktu.
Tiga pejabat kementerian—Plt. Inspektur Jenderal Kementerian PKP Dian Fris Nalle, Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Kawasan Permukiman Buhari Sirait, serta Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Nusa Tenggara I Lilik Lastantyio Adiarso—meninjau langsung lokasi proyek pada Jumat (6/11) guna memastikan kualitas bangunan kelas satu.
Strategi Lokasi Emas Sesetan Dongkrak Kualitas Hidup Urban
Baca Juga: Antrean BBM Lumpuhkan Transportasi di Bali, Sekolah di Denpasar Belajar dari Rumah
Pemerintah menempatkan proyek vertikal ini di titik strategis Jalan Raya Sesetan, Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan.
Rancangan bangunan menghadirkan satu menara modern setinggi empat lantai dengan kapasitas total 60 unit siap huni.
Langkah pemanfaatan lahan milik Pemerintah Provinsi Bali ini menciptakan efisiensi ruang hidup sekaligus memangkas beban biaya mobilitas harian para pekerja komuter di pusat denyut ekonomi Denpasar.
Kontraktor menjalankan proyek ini lewat skema Multi Years Contract (MYC) dengan durasi pengerjaan 300 hari kalender.
Baca Juga: Atasi Kelangkaan Lahan Denpasar, Kementerian PKP Siap Bangun Rusun MBR Adat Bali
Tim lapangan sukses mencatatkan progres fisik sebesar 14,20% hingga minggu ke-11 (periode 30 Oktober–5 November 2026).
Ritme kerja terukur ini menjamin ketepatan waktu serah terima unit bagi para penghuni perkotaan yang mendambakan stabilitas tempat tinggal.
Jaminan Mutu Bangunan demi Nilai Kawasan Jangka Panjang
Pemerintah menggaransi kelayakan fisik bangunan demi menciptakan lingkungan komunitas urban yang sehat, tertata, dan bernilai investasi tinggi.
Baca Juga: Hunian untuk Maestro: Menteri Maruarar Siapkan Rusun MBR Khusus Seniman di Denpasar
Plt. Inspektur Jenderal Kementerian PKP Dian Fris Nalle menegaskan komitmen tersebut saat memimpin inspeksi langsung ke area kerja:
“Harus dipastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan jadwal yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Inspeksi berkala ini mengamankan seluruh tahapan konstruksi agar tetap presisi mengikuti standar teknis nasional.
Tim pengawas aktif memetakan potensi hambatan teknis sedini mungkin demi memuluskan tahapan konstruksi hingga tuntas tanpa kendala berarti.
Baca Juga: Jakarta dan Denpasar Rayakan Tahun Baru Tanpa Kembang Api untuk Ketertiban
Daya Ungkit Hunian Vertikal bagi Masa Depan Denpasar
Inisiatif terobosan ini memecahkan dilema kelangkaan lahan perkotaan sekaligus memperluas akses hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah di pusat kota.
Kolaborasi solid antara Kementerian PKP dan Pemerintah Provinsi Bali ini menaikkan kelas penataan kawasan Sesetan menjadi magnet permukiman baru yang rapi, modern, dan bernilai tambah tinggi bagi ekosistem kota.




