URBANCITY.CO.ID – Pola asuh masyarakat urban masa kini menuntut lingkungan belajar usia dini yang aman, stimulatif, dan adaptif terhadap kemajuan teknologi.
Menjawab kebutuhan mendasar keluarga perkotaan tersebut, pemerintah merealisasikan program Revitalisasi Satuan Pendidikan untuk mentransformasi infrastruktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) swasta.
Langkah konkret ini terwujud lewat kucuran dana revitalisasi senilai Rp268 juta bagi TK Maarif Al-Fattah di Surabaya, Jawa Timur, guna mendirikan ruang kelas baru serta menata lanskap sekolah secara representatif.
Intervensi sarana fisik ini menjamin imbal hasil jangka panjang bagi pembentukan karakter dan kecerdasan anak sejak usia emas (golden age).
Baca Juga: Investasi Modal Manusia: 169 Generasi Unggul Raih Beasiswa Talenta 2026
Fasilitas gedung yang tertata rapi meningkatkan kenyamanan eksplorasi motorik siswa sekaligus memberikan rasa tenang bagi orang tua urban yang menitipkan masa depan buah hati mereka.
Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (Dirjen PAUD Dikdas PNFI), Gogot Suharwoto, memantau langsung pemanfaatan ruang baru tersebut untuk memastikan asas keadilan fasilitas antara sekolah negeri dan swasta.
“Intinya, Pak Presiden memberikan arahan bahwa semua sekolah yang rusak di Indonesia itu akan kita selesaikan paling lambat 2028,” lanjutnya.
Alokasi Triliunan Rupiah Kerek Mutu Infrastruktur Pendidikan Daerah
Komitmen pembenahan sarana belajar di Jawa Timur mencatatkan lonjakan alokasi anggaran yang sangat masif dalam dua tahun terakhir.




