URBANCITY.CO.ID – Hasrat melepas ketergantungan impor gula membuat jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) tak bisa duduk tenang di balik meja.
Di bawah komando Menteri Andi Amran Sulaiman, aparat kementerian kini giat turun ke ladang-ladang di daerah. Targetnya ekstrem: mengejar sisa kuota lahan tebu yang belum tertanami sebelum kalender 2026 berganti.
Rabu (3/6/2026) lalu, giliran hamparan tanah di Desa Salit, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, yang jadi sasaran.
Di sana, Kementan bersama pemerintah kabupaten setempat menggelar Gerakan Tanam Serentak Tebu dengan mengusung jargon mentereng:
Baca juga:Â Kejar Swasembada Pangan, Kementan Kerahkan BRMP Kawal Bantuan di 38 Provinsi
“Wujudkan Percepatan Hilirisasi Komoditas Perkebunan”. Hajatan ini bukan sekadar urusan seremonial membenamkan bibit ke tanah, melainkan bagian dari cetak biru besar merombak tata niaga tebu dari hulu ke hilir.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, instruksi dari istana sudah sangat gamblang. Swasembada pangan dan gula adalah harga mati yang wajib dieksekusi lewat perluasan lahan dan penguatan industri pengolahan.
“Presiden memberikan perhatian besar terhadap penguatan ketahanan pangan nasional. Karena itu, seluruh jajaran Kementerian Pertanian terus bergerak mempercepat peningkatan produksi komoditas strategis, termasuk gula, melalui perluasan areal tanam, peningkatan produktivitas, serta penguatan kemitraan dengan petani dan industri,” ujar Amran.
Berkejaran dengan Target Jawa Tengah

