URBANCITY.CO.ID – Limbah kelapa sawit kerap dituding sebagai biang kerok pencemaran lingkungan. Namun, di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sei Tapung, pandangan miring itu coba ditepis.
Pabrik di bawah bendera PTPN IV Regional III ini justru memutar otak, mengolah sisa produksi menjadi berkah lewat penerapan ekonomi sirkular.
Siasat hijau ini menyasar limbah padat berupa tandan kosong (tankos). Alih-alih dibiarkan menumpuk dan membusuk tak keruan, tankos-tankos ini disulap menjadi pupuk organik pengkondisi tanah.
Kandungan bahan organik di dalamnya terbukti ampuh memperbaiki struktur lahan, mendongkrak kesuburan, dan mengunci ketersediaan unsur hara tanaman perkebunan secara alami.
Baca juga: Atasi Banjir Dayun, PTPN IV PalmCo Kucurkan Rp200 Juta Normalisasi Kanal Siak
Pelaksana Tugas (Pj) Manajer PKS Sei Tapung, Devario Ibnurusd S., mengungkapkan bahwa inisiatif ini merupakan komitmen manajemen untuk mempraktikkan budidaya sawit yang lebih lestari.
“Selain membantu petani, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan mengoptimalkan seluruh produk samping agar memberikan manfaat yang lebih luas,” kata Devario.
Tarik Ulur Jatah Petani
Saban harinya, tankos ini menjadi rebutan. PKS Sei Tapung biasanya rutin membagikan limbah padat tersebut kepada kelompok tani di sekitar wilayah operasional perusahaan secara cuma-cuma lewat program tanggung jawab sosial.
“Tidak ada praktik jual beli tankos kepada masyarakat. Penyaluran dilakukan secara cuma-cuma sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap petani dan pemanfaatan bahan organik secara berkelanjutan,” ujar Devario.
