Untuk jangka menengah dan panjang, perseroan memperluas kapasitas dermaga, membangun buffer area terpadu, membuka akses jalan pendukung, serta menambah kapal perbantuan di lintas Ketapang–Gilimanuk dan rute ekspres Tanjung Wangi–Lembar.
Langkah modernisasi fisik menyasar Dermaga II Gilimanuk dan Dermaga V Ketapang dengan merombak struktur ponton lama menjadi Dermaga Movable Bridge (MB) modern yang siap beroperasi paling lambat Angkutan Lebaran 2027.
Baca Juga: Arus Mudik Lebaran 2026: ASDP Catat Penumpang Kapal Feri Tembus 2,5 Juta Orang
Transformasi dermaga apung ini mempercepat proses bongkar muat kendaraan pribadi maupun truk logistik berbobot besar.
Integrasi Data Ferizy Amankan Kepastian Tiket Digital
Ekosistem reservasi tiket digital Ferizy kini berkolaborasi penuh dengan sistem Inaportnet Kementerian Perhubungan untuk memastikan akurasi data manifes penumpang dan barang.
Harmonisasi teknologi ini mengeliminasi celah manipulasi data, memangkas durasi verifikasi tiket di gerbang masuk, dan mempermudah pelancong urban menyusun jadwal perjalanan secara presisi.
Baca Juga: Gilimanuk Kembali Berdenyut, ASDP Percepat Bongkar Muat Kapal Jadi 20 Menit
Triono menggarisbawahi urgensi sinkronisasi data antarplatform digital guna menciptakan standar keselamatan pelayaran yang transparan.
“Kami berharap kerja sama antara Ferizy dan Inaportnet, khususnya terkait data manifest, dapat terjalin dengan baik. Dengan adanya integrasi dan keselarasan data, diharapkan dapat meminimalisasi perbedaan data manifest sehingga informasi yang digunakan dalam proses pelayanan dapat lebih akurat dan konsisten,” ujar Triono.




