Komitmen ekspansi ini didasari oleh rapor hijau penyaluran kredit perumahan BSI yang tumbuh ekspansif di berbagai daerah. Secara nasional, realisasi pembiayaan perumahan komersial dan subsidi melalui bank syariah terbesar di Indonesia ini telah menyentuh angka Rp799,11 miliar.
Baca Juga:Â Kuasai 84 Persen Pasar Syariah, Menteri PKP Apresiasi Kinerja KPR Subsidi BSN
Geliat Pembiayaan FLPP dan KPR di Wilayah Timur
Hingga April 2026, BSI tercatat telah mengucurkan dana untuk 1.201 unit hunian lewat skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Di samping itu, pada lini Kredit Pemilikan Perumahan (KPP), BSI berhasil menyalurkan dana sebesar Rp819 miliar kepada 2.385 nasabah, atau setara 60 persen dari plafon batasan kuota yang ditetapkan oleh pemerintah.
Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi salah satu motor penggerak pembiayaan di zona timur. Khusus di bumi Gora ini, realisasi portofolio kredit perumahan yang mengalir lewat jalur BSI tercatat mencapai Rp315,7 miliar, di mana Rp44 miliar di antaranya terserap langsung oleh 110 nasabah lokal.
Melalui integrasi modal perbankan dan kemudahan perizinan dari para kepala daerah, Kementerian PKP optimistis pemenuhan target backlog perumahan dapat dicapai secara bertahap, modern, dan tepat sasaran. (*)






