URBANCITY.CO.ID – Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) berkomitmen menggenjot perbaikan kualitas hunian di Sulawesi Tenggara.
Pada tahun anggaran 2026, sebanyak 5.713 unit rumah di Bumi Anoa masuk dalam target Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang lazim dikenal dengan program bedah rumah.
Direktur Bina Teknik Perumahan dan Kawasan Permukiman Kementerian PKP, Syamsiar Nurhayadi, menyatakan bahwa peningkatan alokasi ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Berdasarkan rencana kegiatan tahun 2026, Provinsi Sulawesi Tenggara akan mendapatkan alokasi sebanyak 5.713 unit BSPS.
Baca Juga: Menteri Maruarar Sirait Targetkan Bedah Rumah di NTT Naik 20 Kali Lipat pada 2026
“Peningkatan jumlah tersebut merupakan langkah strategis pemerintah untuk mempercepat penanganan rumah tidak layak huni di wilayah tersebut,” ujar Syamsiar saat mendampingi Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI di Kendari, Rabu, 22 April 2026.
Lonjakan Signifikan dari Tahun 2025
Target tahun 2026 ini menunjukkan kenaikan yang sangat signifikan dibandingkan dengan realisasi pada tahun 2025.
Sepanjang tahun lalu, Satker Perumahan Sultra tercatat telah merampungkan bedah rumah sebanyak 1.129 unit.
“Program tersebut tersebar di 12 kabupaten/kota, 55 kecamatan, dan 86 desa/kelurahan di Provinsi Sulawesi Tenggara,” kata Syamsiar merinci capaian tahun sebelumnya.
Ia menekankan bahwa BSPS bukan sekadar bantuan fisik, melainkan stimulan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam membangun huniannya secara swadaya.




