Sebagai perbandingan, pada 2025 lalu, festival ini mencatatkan perputaran ekonomi hingga Rp6,7 miliar.
Baca Juga: Menpar Widiyanti Tinjau DPSP Danau Toba, Pastikan Infrastruktur Sipinsur Kelas Dunia
“Sebagai salah satu pionir wellness event berskala internasional di Indonesia, bahkan terbesar di Asia Tenggara, partisipasi lebih dari 60 negara menunjukkan daya tariknya yang semakin kuat di tingkat global,” tambah Widiyanti.
Implementasi Wisata Berkelanjutan
Mengusung tema “Welcome Home”, festival tahun ini tidak hanya memadukan yoga, tari, dan musik, tetapi juga menerapkan praktik ramah lingkungan yang ketat.
Penyelenggara menerapkan pengurangan plastik sekali pakai, sistem pengelolaan sampah mandiri, hingga penggunaan composting toilet.
Selama peninjauan, Menpar mengunjungi area Dharma Fair yang menyuguhkan paket kesehatan, zona kuliner vegan, hingga sesi yoga “Hatha Flow” di The Grooves Stage.
Sinergi Industri Event Ubud
Baca Juga: Menpar Widiyanti Putri Siapkan Mitigasi Dampak Konflik Timur Tengah bagi Pariwisata RI
Menutup kunjungannya, Menpar melakukan diskusi dengan tokoh-tokoh di balik festival besar di Ubud, seperti Ubud Writers & Readers Festival dan Ubud Village Jazz Festival.
Langkah ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem festival agar menjadi instrumen utama daya saing nasional.
“Festival harus menjadi instrumen utama dalam memperkuat daya saing dan kualitas pariwisata nasional,” tutup Menpar Widiyanti. (*)






