URBANCITY.CO.ID – Tren pelesiran dunia kini tidak lagi sekadar berburu foto estetik, melainkan mulai bergeser ke arah kelestarian alam.
Merespons tuntutan global tersebut, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bergerak taktis memperkuat fondasi industri pelesiran domestik lewat program Training of Trainers (ToT) Green Tourism MSMEs 2026 demi mencetak mentor-mentor tangguh di daerah.
Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, program intensif ini didelegasikan ke Kota Malang, Jawa Timur, sepanjang 18 hingga 24 Mei 2026. Langkah ini diambil sebagai kelanjutan sukses dari program serupa pada tahun 2025 di Yogyakarta yang kala itu berhasil menyisir dan melatih 973 pelaku usaha pariwisata lokal.
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar, Martini M. Paham, menjelaskan bahwa proyek ini sengaja didesain untuk melahirkan pemandu lokal.
Baca juga: Genjot Turis Malaysia, Kemenpar Ajak Agen Travel Terkemuka Jelajahi Keindahan Kepri
Merekalah yang nantinya akan menjadi ujung tombak dalam menyebarluaskan ilmu wisata ramah lingkungan langsung di tengah ekosistem warga.
“Melalui program Green Tourism MSMEs, kami ingin mendorong lahirnya fasilitator lokal yang mampu memperluas praktik pariwisata berkelanjutan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat di destinasi wisata,” urai Martini dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Beri Pendampingan Nyata untuk Naik Kelas
Senada dengan itu, Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Masyarakat Kemenpar, Ika Kusuma Permana Sari, menegaskan bahwa para peserta tidak hanya dicekoki teori sains di atas kertas.




