Pendampingan BI Perkuat Daya Saing UMKM dan SDM Desa
BI memperkuat fondasi ekosistem desa wisata melalui berbagai program pendampingan yang menyasar peningkatan kualitas sumber daya manusia, infrastruktur, hingga produk unggulan daerah.
Pada sektor madu, BI membangun kapasitas kelompok pengelola melalui pelatihan, pembangunan rumah penangkaran, pendampingan proses produksi, serta menghadirkan peneliti dari berbagai lembaga untuk meningkatkan kualitas produk dan kompetensi pelaku usaha.
Di sektor pariwisata, BI mendukung pembangunan jalur sepeda beserta fasilitasnya sekaligus memperkuat peran kelompok sadar wisata sebagai motor penggerak aktivitas wisata desa.
Sementara itu, petani kopi memperoleh pendampingan usaha agar mampu meningkatkan produktivitas, kualitas hasil panen, serta daya saing produk di pasar yang lebih luas.
Program tersebut telah berjalan sejak 2020 melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI). Memasuki 2025, pembinaan berlanjut melalui program pengembangan ekonomi daerah untuk memastikan pertumbuhan usaha masyarakat berlangsung secara berkesinambungan.
Akses Pembiayaan Buka Peluang Investasi dan Lapangan Kerja
Pengembangan desa wisata tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga memperbesar peluang investasi berbasis UMKM. Dengan terbentuknya kelompok usaha yang kuat, masyarakat memiliki peluang lebih besar mengembangkan bisnis sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.
“Yang kami bangun bukan hanya individu-individu, tetapi juga kelompok. Ada kelompok madu, kelompok petani kopi, dan kelompok sadar wisata,” ujarnya.




