Untuk memperluas pasar, BI mengikutsertakan UMKM binaan dalam berbagai ajang promosi seperti Karya Kreatif Indonesia (KKI) dan Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU). Program tersebut membuka akses pelaku usaha terhadap pembeli potensial, mitra bisnis, hingga lembaga keuangan yang dapat mendukung ekspansi usaha.
Anton menilai pendekatan berbasis ekosistem akan memperkuat daya saing UMKM sekaligus memastikan keberlanjutan desa wisata sebagai pusat ekonomi baru. Dengan kualitas produk yang semakin baik, jaringan pemasaran yang luas, dan akses pembiayaan yang lebih terbuka, desa memiliki peluang menjadi tujuan investasi yang menarik sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi inklusif.
“Setelah pengelolaan kami siapkan, di sisi yang lain, paralel dengan itu jiwa entrepreneur mereka kita juga perkuat. Karena ketika kami bantu dengan waktu yang panjang itu secara tidak langsung memperkuat jiwa entrepreneur, dan kemudian marketing kami bantu untuk kelangsungan sustainability produksi maupun usahanya, di situlah kami dekatkan dengan lembaga-lembaga keuangan,” kata Anton.




