URBANCITY.CO.ID – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi terus memacu penguatan rantai nilai halal (halal value chain) sebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Upaya ini diwujudkan melalui helatan talkshow strategis bertajuk “Penguatan Ekonomi Syariah dan Ekosistem Halal Value Chain” di Atrium Jambi Town Square (Jamtos), Rabu, 29 April 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Siginjai Fest 2026 (Semarak Ekonomi & Keuangan Syariah Negeri Jambi).
Tujuannya jelas: meningkatkan literasi dan inklusi ekonomi syariah, sekaligus menyelaraskan langkah para pemangku kepentingan di Jambi.
Baca Juga: Bank Indonesia Pertahankan BI Rate 6,00 Persen Demi Stabilitas Rupiah
Sinergi Tiga Pilar Ekonomi Syariah
Diskusi panel ini menghadirkan kolaborasi antara regulator, otoritas kebijakan, dan akademisi untuk membedah arah baru industri halal nasional.
Moh Nuryazidi dari Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia memaparkan peran sentral BI dalam mendukung digitalisasi dan pembiayaan UMKM halal.
Sementara itu, Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS, Sutan Emir Hidayat, menekankan pentingnya kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan riset dalam membangun ekosistem yang tangguh.
Dari sisi akademisi, Bambang Husni Nugroho dari Pusat Halal UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi menyoroti peran strategis perguruan tinggi sebagai Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H).
Baca Juga: Bank Indonesia Rilis Kalkulator Hijau untuk Hitung Emisi dari Aktivitas Ekonomi




