URBANCITY.CO.ID – Cuaca panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia membuat masyarakat bergantung pada pendingin ruangan (AC) dan kipas angin demi kenyamanan tidur. Namun, kebiasaan mengarahkan hembusan angin langsung ke area wajah saat terlelap ternyata menyimpan potensi bahaya bagi kesehatan tubuh.
Topik ini sempat ramai diperbincangkan di media sosial setelah sebuah unggahan memperingatkan dampak negatif kebiasaan tersebut, mulai dari leher kaku, iritasi hidung, hingga gejala yang mirip flu.
“Perhatikan tips penggunaan AC dan kipas saat si Kecil tidur. Gejala “AC sickness” (istilah non-medis, jarang) yang dapat membuat kaku badan, pilek, batuk,” tulis akun @exp******** dalam unggahannya.
Benarkah kebiasaan tersebut berbahaya bagi kesehatan?
Baca Juga : Pangkas Biaya Produksi IKM Batik demi Gulung Tekstil Impor Printing
Memicu Iritasi dan Hidung Tersumbat
Dokter spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan, Bedah Kepala dan Leher (THT-KL) subspesialis rinologi di National Hospital Surabaya dan Mitra Keluarga Pondok Tjandra, M. Reza Mahardhika, membenarkan adanya risiko gangguan pada saluran pernapasan akibat kebiasaan ini.
Menurut Reza, paparan angin dingin yang konstan dapat mengikis kelembaban alami mukosa atau lapisan pelindung di dalam rongga hidung.
“Paparan jangka panjang kipas angin dan AC yang langsung ke wajah akan menyebabkan hilangnya kelembaban mukosa rongga hidung yang dapat mengakibatkan iritasi dan kekeringan,” kata Reza saat dihubungi.
Saat lapisan pelindung tersebut kering, tubuh secara otomatis akan memproduksi lendir (mukus) lebih banyak sebagai bentuk kompensasi. Sialnya, lendir yang dihasilkan justru bertekstur lebih kental.
“Tubuh akan mengompensasi kondisi ini dengan memproduksi mukus hidung yang lebih kental dan lebih banyak, sehingga hidung akan terasa penuh, bahkan buntu,” ujarnya menambahkan.
Risiko ini semakin tinggi jika Anda tidur di ruangan ber-AC dengan tingkat kelembaban udara yang sangat rendah. Selain memicu iritasi parah, kondisi ini mempermudah terjadinya infeksi bakteri atau virus pada saluran napas.




