Dengan integrasi hilirisasi dan industrialisasi, proyek ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang merata.
Sehingga, menjadikan kekayaan energi sebagai instrumen kemakmuran bagi warga negara.
Baca juga: Dinamika Finansial Urban: Membaca Arah Pembiayaan Kendaraan dan Masa Depan Elektrifikasi 2026
“Ekonomi harus untuk rakyat, bukan rakyat untuk ekonomi. Semua ini milik rakyat. Tanggung jawab kita adalah menjamin bahwa rakyat merasakan manfaatnya,” tegasnya.
Pemberdayaan Lokal sebagai Pilar Utama
Pengembangan Blok Masela secara eksplisit menuntut keterlibatan aktif masyarakat lokal melalui penyerapan tenaga kerja profesional.
Bahkan, pelibatan pelaku usaha daerah dalam rantai pasok.
Pemerintah melalui perusahaan BUMN dan pihak terkait berkomitmen memberikan bantuan teknis.
Selain itu, pendampingan untuk meningkatkan kompetensi pengusaha lokal agar mampu bersaing secara mandiri.
Strategi affirmative action ini menjadi bukti nyata keberpihakan negara terhadap potensi daerah, mengubah warga lokal menjadi penggerak ekonomi yang tangguh di tanah kelahirannya sendiri.
Baca juga: Sinergi Pertamina: PGN Resmi Amankan Pasokan Gas Raksasa dari Blok Masela
Anda kini melihat bagaimana proyek strategis ini mampu menggerakkan roda ekonomi urban maupun regional secara masif, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat Maluku dan sekitarnya.
“Kalau ada pengusaha lokal yang mungkin masih kurang kompetensinya, ya dibantu. Harus ada keberpihakan, ada affirmative action. Nanti dari perusahaan-perusahaan BUMN, dari Danantara, dari Pertamina, mengarahkan bantuan-bantuan teknis karena itu kita ingin semua merasakan dampak dari program ini,” pungkas Prabowo. (*)




