“Tiongkok menerapkan sistem pengawasan impor pangan yang sangat komprehensif melalui General Administration of Customs of China (GACC). GACC mengatur berbagai aspek, mulai dari registrasi produsen, sertifikasi keamanan produk, hingga pelabelan dan sistem ketertelusuran produk,” urai Wamendag Roro.
Baca Juga: Wamendag Roro Esti Dorong Produk UMKM Surabaya Masuk Ritel Modern dan Pasar Internasional
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 2.840 entitas bisnis asal Indonesia telah sukses mengantongi sertifikasi dan terdaftar resmi di sistem GACC. Hal ini membuktikan bahwa kualitas produk mamin tanah air kian diakui di pasar global.
Paviliun Indonesia Kantongi Kontrak Dagang Juta Dolar
Pada gelaran tahun ini, Paviliun Indonesia mengusung tema ‘Indonesian Coffee and Food: Rich in Flavor, Exceptional in Quality’ di Hall E3 dengan memfasilitasi 17 eksportir nasional.
Produk unggulan yang dipamerkan meliputi komoditas kopi premium, gula aren semut, olahan kelapa, kakao, hingga makanan ringan kemasan.
Hasil nyata langsung dibukukan pada hari pertama peresmian. Delegasi Indonesia sukses menandatangani lima kesepakatan kerja sama perdagangan bernilai total USD 3,55 juta (sekitar Rp56 miliar) untuk komoditas keripik pisang, abon ikan, bumbu sambal, olahan tempe, hingga kopi.
Baca Juga: Wamendag Roro Esti Dorong Mahasiswa Unair Jadi Wirausahawan Berdaya Saing Global
Sinergi promosi internasional ini turut didukung penuh oleh Bank Indonesia dan Yayasan Pendidikan Pengembangan Perkopian Indonesia (KAPPI). Antusiasme pasar Tiongkok diakui langsung oleh para pelaku usaha yang ikut serta dalam pameran.





