Sudut pandang menarik diutarakan oleh Kepala BPJPH, Haikal Hasan. Ia menjelaskan bahwa di era modern saat ini, label halal telah mengalami pergeseran makna yang sangat universal dan tidak lagi eksklusif bagi pelancong Muslim semata.
“Halal kini menjadi simbol kesehatan, kebersihan, kepercayaan, dan transparansi yang dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat,” urai Haikal.
Ia membeberkan fakta bahwa negara-negara maju seperti Tiongkok, Amerika Serikat, hingga Korea Selatan kini justru sedang gencar-gencarnya memperlebar sektor pariwisata halal mereka sebagai lumbung pertumbuhan ekonomi baru.
Baca Juga: Pariwisata Ramah Muslim Dorong Ekonomi Syariah dan Daya Saing Global Indonesia
Haikal optimistis kolaborasi erat ini akan mempercepat pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional pada periode 2028–2029.
Dukungan penuh juga mengalir dari pihak pemerintah daerah. Membacakan sambutan Gubernur DIY, Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi, menyatakan rasa bangganya atas pencapaian ini.
“Ketika produk-produk UMKM di desa wisata memperoleh sertifikasi halal, yang sedang kita bangun bukan hanya legalitas produk, melainkan peradaban usaha yang lebih bermartabat. Kita sedang menegaskan bahwa desa mampu menjadi ruang ekonomi yang maju tanpa kehilangan keluhuran nilainya,” pungkas Imam puitis.
Senada dengan hal itu, Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, berharap atmosfer ramah dan aman yang tercipta dari sertifikasi ini mampu mendongkrak minat kunjungan pelancong ke wilayahnya secara berkelanjutan. (*)




