Modus Pelunasan di Tengah Krisis
Bukannya menyelesaikan kewajiban refund dan reschedule kepada korban terdampak, pihak Travel Hanania justru diduga melancarkan modus baru untuk menjaring dana segar. Manajemen mendesak calon jemaah yang terdaftar untuk keberangkatan bulan Juni dan Juli agar segera melunasi sisa pembayaran. Pihak travel berdalih pelunasan tersebut menjadi garansi keberangkatan sesuai jadwal.
Nahas, janji tersebut berujung zonk. Alih-alih berangkat, sekitar 1.400 jemaah yang masuk dalam gelombang Juni dan Juli ini justru ikut gigit jari dan menambah daftar panjang korban. Untuk kloter tengah tahun ini saja, kerugian yang diderita jemaah ditaksir mencapai Rp 50 miliar.
Secara akumulatif, total jemaah yang gagal berangkat mencapai 2.500 orang dengan estimasi kerugian menyentuh angka ratusan miliar rupiah.
“Harga paket estimasi paling murah itu adalah Rp 29,9 juta. Kita ambil rata-ratanya itu sekitar Rp35 juta, mungkin kerugian totalnya adalah hampir sampai dengan Rp 100 Miliar,” jelas Anny.




