“Aksi itu menghasilkan produk yang lebih presisi, serta mampu merespons kebutuhan konsumen secara lebih cepat dan tepat,” ujarnya saat membuka BJF 2026.
Hasil asesmen menunjukkan kematangan yang cukup baik, di mana banyak perusahaan telah mengintegrasikan keamanan siber.
Lalu, sistem produk cerdas terkustomisasi dalam alur kerja mereka.
Baca juga: Benteng Industri Perhiasan, Kemenperin Pacu Bank Bullion di Tengah Lonjakan Harga Emas Dunia
Direktur Industri Aneka, Reny Meilany, menambahkan bahwa BJF 2026 memfasilitasi pertemuan produktif antara produsen emas dan perak
Menyusul mutiara, berlian, hingga batu alam dengan calon pembeli potensial.
Pameran ini menjadi instrumen penting bagi pelaku usaha untuk memahami selera pasar terkini sekaligus membuka akses investasi yang lebih luas.
“Pameran seperti Bandung Jewellery Fair memiliki peran strategis sebagai sarana promosi, kolaborasi, dan pengembangan bisnis,” uap Reny.
Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya mempertemukan produsen dan pembeli, tetapi juga menjadi ruang bertemunya ide dan inovasi.
“Kemudian, peluang kerja sama yang dapat memperkuat daya saing industri perhiasan Indonesia,” pungkas Reny. (*)




