<strong>URBANCITY.CO.ID - </strong>FIFA kembali membuat keputusan mengejutkan menjelang Piala Dunia 2026. Selain Rusia yang sudah lebih dulu dilarang, dua negara lainnya, Kongo dan Pakistan, kini resmi mendapatkan sanksi dari badan sepak bola dunia tersebut. Keputusan ini diambil setelah FIFA menangguhkan federasi sepak bola Kongo dan Pakistan karena "keadaan serius," yang berarti kedua negara tersebut tidak akan dapat berpartisipasi dalam turnamen sepak bola terbesar yang akan berlangsung di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Piala Dunia 2026 menjadi momen penting bagi Argentina, yang dipimpin oleh Lionel Scaloni, untuk mempertahankan gelar juara dunia mereka. Namun, tantangan berat juga datang dari tim-tim kuat seperti Prancis, Inggris—di bawah arahan Thomas Tuchel—dan juara Euro 2024, Spanyol. Sayangnya, ketiga negara ini harus menghadapi kenyataan pahit bahwa mereka tidak akan melihat Kongo dan Pakistan di lapangan. <strong>Baca juga : <a href="https://urbancity.co.id/patrick-kluivert-pikul-harapan-besar-timnas-indonesia-ke-piala-dunia-2026/">Patrick Kluivert Pikul Harapan Besar Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026</a></strong> Rusia Tetap Dilarang Sejak tahun lalu, FIFA dan UEFA telah sepakat untuk melarang Rusia berpartisipasi dalam kompetisi internasional, termasuk Piala Dunia 2026. Keputusan ini merupakan perpanjangan dari sanksi yang diberlakukan sejak 2022, menyusul invasi Rusia ke Ukraina. FIFA mengumumkan penangguhan federasi sepak bola Kongo dan Pakistan, yang berarti kedua negara ini tidak hanya dilarang berpartisipasi di Piala Dunia, tetapi juga dalam semua kompetisi internasional di bawah naungan FIFA. Federasi Sepak Bola Kongo (FECOFOOT) dijatuhi sanksi karena dugaan campur tangan pihak ketiga dalam pengelolaan organisasi. FIFA menegaskan bahwa intervensi tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap statuta yang mengharuskan setiap federasi nasional beroperasi secara independen.<!--nextpage--> <strong>Baca juga : <a href="https://urbancity.co.id/piala-dunia-u-20-tahun-2025-indra-sjafri-tim-indonesia-makin-mantap/">Piala Dunia U-20 Tahun 2025, Indra Sjafri: Tim Indonesia Makin Mantap</a></strong> Dalam pernyataan resminya, FIFA menyatakan: "FECOFOOT telah ditangguhkan dengan segera karena adanya intervensi pihak ketiga yang sangat serius dalam urusan organisasi, yang merupakan pelanggaran jelas terhadap kewajiban FECOFOOT sesuai Statuta FIFA. Keputusan ini diambil setelah dua misi investigasi FIFA/CAF dikirim ke Brazzaville." Namun, FIFA memberikan kesempatan bagi Kongo untuk mencabut larangan ini jika mereka memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk pengembalian kendali penuh atas kantor pusat dan fasilitas federasi kepada FECOFOOT sebelum Piala Dunia 2026. Sementara itu, Federasi Sepak Bola Pakistan (PFF) juga dijatuhi sanksi karena gagal mengadopsi revisi konstitusi yang seharusnya menjamin pemilihan yang adil dan demokratis. Ini bukan kali pertama PFF dilarang oleh FIFA; sebelumnya, pada 2017 dan 2021, federasi ini juga mengalami hal serupa akibat campur tangan pihak ketiga. <strong>Baca juga : <a href="https://urbancity.co.id/jadwal-lengkap-pertandingan-timnas-u-20-di-piala-asia-2025/">Jadwal Lengkap Pertandingan Timnas U-20 Di Piala Asia 2025</a></strong> FIFA menyatakan: "Penangguhan ini hanya akan dicabut jika Kongres PFF menyetujui versi konstitusi PFF yang telah diajukan oleh FIFA dan AFC." Dampak Larangan Saat ini, Kongo berada di posisi terbawah Grup E dalam kualifikasi zona CAF untuk Piala Dunia 2026, yang membuat peluang mereka untuk lolos semakin tipis. Di sisi lain, Pakistan telah menyelesaikan fase grup mereka di kualifikasi zona AFC, namun tim asuhan Stephen Constantine harus puas finis di posisi terakhir Grup G.<!--nextpage--> Dengan larangan ini, harapan kedua negara untuk tampil di pentas dunia semakin sirna, meninggalkan mereka di luar panggung megah Piala Dunia 2026.