URBANCITY.CO.ID – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperpanjang napas kolaborasi strategis dengan Swisscontact guna mendongkrak kualitas lulusan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) di Indonesia.
Kerja sama ini difokuskan pada penguatan pendidikan vokasi yang lebih terintegrasi dengan kebutuhan industri pariwisata global.
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar, Martini Mohamad Paham, menegaskan bahwa Poltekpar memegang mandat krusial untuk mencetak tenaga kerja yang adaptif dan terampil. Hal itu disampaikannya dalam agenda Steering Committee Meeting di Jakarta, Selasa lalu.
“Oleh karena itu, penting bagi seluruh pihak untuk memastikan kerja sama yang terjalin dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dalam memasuki dunia kerja, khususnya di sektor pariwisata,” ujar Martini Paham dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 22 April 2026.
Baca Juga: Strategi Kemenpar di NATAS Travel Fair 2026: Usung Tema “Go Beyond Ordinary” untuk Pasar Singapura
Inovasi Kurikulum Berbasis Industri
Dalam pertemuan tersebut, Kemenpar dan para mitra mematangkan sejumlah pendekatan inovatif. Beberapa di antaranya meliputi Industry Based Curricula, Project Based Learning, hingga Young Professional Program. Skema ini dirancang agar jurang pemisah antara ruang kelas dan realitas industri semakin terkikis.
Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan SECO Indonesia, Perhimpunan Praktisi Vokasi Sistem Ganda Indonesia, hingga Wise Steps Foundation.
Fokus utama mereka adalah memastikan transisi lulusan dari kampus ke dunia kerja berjalan mulus melalui kurikulum yang relevan.




