Baca Juga: Dua POJK Baru Terbit, OJK Sapu Bersih Perusahaan Efek dan MI Bermodal Cekak
Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Hernawan Bekti Sasongko, menargetkan perluasan ekosistem ini secara masif.
“Kita terus mendorong PED ini semakin luas agar bisa memberikan kontribusi yang nyata di daerah melalui berbagai kolaborasi yang bisa membangun ekosistem program prioritas di daerahnya,” tambah Hernawan.
Berikut adalah potret sebaran nilai ekonomi dan komoditas utama yang masuk dalam radar prioritas Program PED OJK:
Sumatera Selatan (Ekosistem Kopi): Mengintegrasikan bisnis kopi dari hulu ke hilir dengan proyeksi produksi nasional mencapai 1,2 juta ton per tahun dan potensi valuasi pasar Rp129 triliun.
Jawa Timur (Susu Sapi Perah): Memperkuat rantai pasok pangan berbasis adopsi teknologi dengan nilai ekonomi mencapai Rp49,5 triliun.
Baca Juga: Dolar Mengamuk, OJK Sebut Likuiditas Perbankan RI Ambyar? Cek Faktanya
Jawa Tengah (Ketahanan Pangan): Mengembangkan komoditas padi, jagung, dan rajungan yang mengantongi potensi ekonomi raksasa senilai Rp1.684 triliun.
DKI Jakarta (Ekonomi Kreatif): Memacu industri perfilman dan konten digital dengan target nilai industri menyentuh Rp2.130 triliun pada tahun 2029.
Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, mengingatkan bahwa indikator keberhasilan program ini tidak boleh hanya berhenti pada besarnya penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kita harus bergerak bersama untuk mewujudkan ekonomi yang kuat. Ekonomi daerah yang kuat bukan hanya memiliki anggaran daerah yang besar tetapi bagaimana daerah mampu mengubah anggaran menjadi layanan, layanan menjadi produktivitas dan produktivitas menjadi kesejahteraan. Pertumbuhan tidak dimulai dari angka, pertumbuhan dimulai ketika kebijakan pusat dan daerah bergerak bersama dan manfaatnya dirasakan sampai rumah tangga,” pungkas Juda Agung. (*)










