Langkah ini memperkuat kapabilitas Mitratel sebagai Next-Gen Tower Company yang terintegrasi, siap menyambut lonjakan kebutuhan transfer data masa depan.
Baca Juga:Â ZTE dan Telkom Sepakati Kembangkan Infrastruktur Digital Berbasis AI
Mengkonsolidasikan Gurita Bisnis Data Center
Peluang manis juga diendus Telkom di sektor ruang penyimpanan data digital (data center) seiring menjamurnya aktivitas industri kecerdasan buatan (AI) dan komputasi awan.
Saat ini, mesin uang Telkom di sektor ini bersumber dari fasilitas NeutraDC Group serta jaringan edge data center NeuCentrIX.
Agar pergerakannya lebih lincah, Telkom bersiap melakukan langkah strategis berupa konsolidasi total. Seluruh aset data center nantinya akan dilebur dan dikelola penuh di bawah satu atap oleh NeutraDC.
Pendekatan ini diyakini bakal mempermudah perusahaan mencari mitra strategis global, memonetisasi aset, dan memperluas layanan.
Beralih ke unit Wholesale & International Service, Telkom mendulang pendapatan Rp2,8 triliun, di mana bisnis interkoneksi internasional melonjak 18,9 persen dibanding kuartal sebelumnya (Quarter on Quarter/QoQ).
Baca Juga:Â Transformasi TLKM 30 Berhasil, Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun di Tahun 2025
Sementara itu, lini B2B ICT menyumbang Rp3,1 triliun. Meskipun aktivitas di segmen ini sedikit melandai karena adanya proses restrukturisasi, Telkom sengaja melakukan pembatasan ini agar lebih selektif dalam memilih kemitraan baru.
Perlambatan jangka pendek sengaja diambil demi membuang tumpang tindih produk dan mencetak margin keuntungan yang jauh lebih sehat di masa depan.




