URBANCITY.CO.ID – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar menghadiri laga Grand Final MPL ID S17 di Velodrome, Jakarta pada Minggu, 14 Juni 2026.
Kehadiran sang wamen menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap perkembangan industri esports di tanah air.
Sektor olahraga elektronik ini terbukti sukses menjadi katalisator penting bagi penguatan ekosistem ekonomi kreatif nasional.
Pemerintah melihat ajang turnamen game ini mampu membuka lapangan kerja baru bagi para kreator digital lokal.
Kompetisi papan atas tersebut tidak sekadar menyajikan rivalitas antartim, melainkan juga melahirkan berbagai inovasi kekayaan intelektual baru.
Baca juga:Â Wamen Ekraf Irene Umar Tantang Kosmetik Lokal Tembus Pasar Global di TikTok Beauty 2026
Potensi besar ini mendongkrak nilai tambah ekonomi kreatif Indonesia di pasar internasional.
MPL bukan hanya sekadar sebuah kompetisi tapi sebagai creative playground untuk para pejuang ekonomi kreatif supaya memiliki sebuah stage, supaya mereka bisa berkarya.
Kehadiran karya seperti ini menunjukkan bahwa esports tidak hanya menghasilkan prestasi.
“Tetapi juga mampu melahirkan cerita, karakter, dan kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) yang dapat berkembang menjadi karya kreatif bernilai tambah,” ujar Wamen Ekraf.
Wadah Kreatif yang Inklusif
Irene merancang konsep wadah kreatif ini agar bersifat inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Penyelenggara MPL ID S17 mewujudkan ruang kreasi tersebut lewat peluncuran SUGA, maskot resmi kompetisi Mobile Legends Indonesia.




