Baca Juga: Cari Calon Pemimpin Hijau, Pertamina Goes to Campus 2026 Resmi Gebrak ITB
Ia menggarisbawahi bahwa ketahanan energi nasional sangat bergantung pada kelincahan korporasi dalam mengadopsi teknologi baru serta mengamankan pasokan energi bersih bagi generasi masa depan.
“Pertamina terus memperkuat tata kelola risiko di seluruh lini bisnis, penguatan aspek HSSE, transformasi digital, serta pengembangan energi rendah karbon guna menghadapi tantangan energi masa depan,” tambahnya.
Kobarkan Nasionalisme Perwira dan Ajakan Bijak Berenergi
Manajemen Pertamina menilai, tantangan transisi energi tidak akan sukses tanpa adanya militansi dan rasa nasionalisme yang kuat dari core sumber daya manusia (SDM) internal mereka. Oleh karena itu, momentum historis Harkitnas dipakai sebagai pelecut motivasi kerja.
“Semangat inilah yang harus terus dipupuk di lingkungan Pertamina. Mari bangkitkan semangat nasionalisme, selain itu Pertamina terus mengembangkan kemampuan untuk menjaga amanah mendukung ketahanan energi nasional,” urai VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron.
Baca Juga: Siasat Bahlil dan Pertamina Amankan Pasokan Energi di Tengah Gejolak Geopolitik
Di sisi hilir, Baron juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam gerakan kebangkitan nasional ini.
Kontribusi riil publik dapat dimulai dari hal paling sederhana, yakni mengubah pola konsumsi bahan bakar dan listrik secara lebih efisien di kehidupan sehari-hari.
“Banyak langkah yang bisa kita lakukan di antaranya bijak dalam menggunakan energi. Kalau ini dilakukan secara bersama-sama, maka dampaknya pasti akan terasa besar. Ini juga adalah bagian dari kebangkitan nasional,” pungkas Baron. (*)






