Divisi operasi kini mengendalikan 58 unit rig pengeboran darat (onshore) dan lepas pantai (offshore) yang tersebar di berbagai blok migas strategis Indonesia.
Baca juga:Â Strategi Pertamina Drilling di 2026: Capai Target Operasional Lewat Budaya Kerja Aman
Korporasi juga memperlebar sayap bisnis dengan menggarap proyek energi panas bumi (geothermal) demi menyokong agenda transisi energi bersih pemerintah.
Rapor keuangan dan operasional perusahaan terus menunjukkan kurva pertumbuhan yang positif akibat tingginya kepercayaan para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).
Avep menegaskan bahwa raihan laba bersih korporasi wajib berjalan beriringan dengan nihilnya angka kecelakaan kerja (zero accident) di menara bor.
“Karena itu budaya HSSE harus terus kita perkuat, bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi menjadi karakter dan perilaku kerja sehari-hari,” kata Avep.
Menyuntikkan Baterai Petrovolt dan Menyiapkan Proyek Penampung Karbon
Kementerian mewajibkan seluruh pekerjanya menanam pohon massal di area mes dan wilayah operasi lewat gerakan “Saatnya Bekerja untuk Iklim”.
Baca juga:Â PHE Unjuk Gigi di OTC Asia 2026, Perkuat Eksistensi Hulu Migas Indonesia di Kancah Global
Kewajiban aksi penanaman pohon tersebut sebagai rangkaian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Di lapangan, tim insinyur mengimplementasikan program Green Drilling dengan memasang hamparan panel surya serta lampu LED hemat energi di atas rig.
Perusahaan juga menyuntikkan teknologi penyimpanan daya berbasis baterai giga bernama Petrovolt untuk memotong konsumsi bahan bakar fosil.




