Pelaku usaha lokal memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat kapasitas produksi dan membangun brand equity yang solid.
Baca Juga: Creative Business Incubator 2026: Strategi Kemenperin Pacu IKM
Laju ekspor kosmetik nasional pada 2025 bahkan mencetak angka fantastis mencapai USD473,8 juta, melesat 13,7 persen dibanding pencapaian tahun 2024 yang bertengger di USD416,8 juta. “Peningkatan kinerja ekspor ini menjadi bukti bahwa pelaku industri kosmetik dalam negeri terus berkembang dan meningkatkan kualitas serta jangkauan akses pasarnya. Potensi ini harus dimanfaatkan oleh industri dalam negeri, termasuk pelaku industri kecil dan menengah,” ujar Agus.
Sektor wewangian kini menjelma menjadi instrumen investasi industri kreatif yang sangat menjanjikan. Lonjakan permintaan produk parfum lokal berkualitas tinggi membuka ruang lebar bagi kemunculan entrepreneur baru yang gesit membaca selera pasar global.
“Tingginya minat pasar terhadap produk wewangian membuka peluang emas bagi ekosistem industri nasional untuk mencetak wirausaha baru yang adaptif, inovatif, serta siap tampil sebagai pemain utama di tingkat global,” imbuhnya.
Potensi ekspansi ini berdiri di atas fondasi industri yang sangat solid. Data BPOM per Juli 2026 mencatat 1.655 unit usaha kosmetik di tanah air, dengan lebih dari 87 persen di antaranya merupakan pelaku IKM.
Baca Juga: Pahami Perilaku Konsumen, Kemenperin Bimbing IKM Kreatif Agar Produk Makin Kompetitif
Pasar juga menyerap lebih dari 370 ribu produk terdaftar resmi, menciptakan iklim kompetisi yang sehat dan ramah bagi para investor baru.




