Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) mengawal pertumbuhan ekosistem ini secara terintegrasi.
Pendampingan mencakup pemenuhan sertifikasi Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB), modernisasi alat, hingga pembukaan akses jaringan bisnis internasional.
Standar Mutu Global Kunci Sukses Tembus Pasar
Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menggarisbawahi bahwa ekspansi ekspor PT Follow Me Indonesia merupakan manifestasi konkret dari efektivitas program pembinaan berstandar industri modern.
Baca Juga: Kemenperin Masukkan Ratusan IKM Otomotif ke Rantai Pasok Pabrik Kendaraan Listrik
“Salah satu keberhasilan pembinaan industri lokal di sektor kosmetik terlihat dari tumbuhnya salah satu merek parfum lokal yang penjualan produknya mampu menembus pasar ekspor,” ungkap Reni pada acara Pelepasan Ekspor Produk Kosmetik dan Parfum milik PT Follow Me Indonesia ke Papua Nugini di Tangerang, Senin (14/9).
Langkah penetrasi ini membuktikan bahwa produk wewangian karya anak bangsa memiliki standar kontrol mutu yang mampu merebut kepercayaan konsumen regional.
“Pelepasan produk ekspor ini merupakan salah satu bukti bahwa industri kosmetik, khususnya parfum, memiliki daya saing tinggi, kualitas produk yang diakui secara internasional, serta mampu bersaing di pasar global. Rekam jejak keberhasilan menembus pasar internasional menjadi bukti kuat bahwa mutu produk PT Follow Me Indonesia telah diakui di pasar internasional,” ujarnya.
Reni menilai posisi geografis Papua Nugini menawarkan keuntungan logistik dan prospek dagang bilateral yang sangat strategis bagi penetrasi merek-merek kosmetik Indonesia.




