Pencapaian ini merupakan hasil kerja bersama pemerintah, pelaku industri, masyarakat, dan mitra internasional dalam meningkatkan kualitas serta daya saing ekosistem pariwisata Indonesia.
“Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas layanan, dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra di dunia,” kata Masruroh.
Dampak Ekonomi Berantai Bagi Pelaku Usaha
Forum internasional ini melampaui sekadar pertemuan diplomatik karena ia menghasilkan transaksi bisnis yang konkret.
Sektor perhotelan, transportasi, hingga UMKM lokal mendapatkan limpahan manfaat ekonomi dari perhelatan skala global ini.
Baca juga:Â Kemendag Fasilitasi UMKM InaExport Berburu Pasar di Tujuh Negara Mitra
Perputaran uang yang masif di acara ini membuktikan betapa vitalnya peran industri kreatif dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Investor yang masuk di tahap ini akan menikmati keuntungan dari ekosistem yang sudah terbentuk secara matang.
Kolaborasi konkret yang terbangun selama pameran membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menembus rantai pasok pariwisata global.
Masa depan ekonomi Indonesia sangat bergantung pada integrasi sektor pariwisata dengan standar halal internasional yang profesional.
“Forum seperti ini memperkuat kemitraan internasional yang menjadi fondasi bagi pembangunan pariwisata yang semakin tangguh, inklusif, dan berkelanjutan,” ucap Masruroh. (*)




