Baca Juga: Menteri PKP Tegaskan Komitmen Pemerintah Terhadap Pengadaan Rumah Untuk Guru Indonesia
Kebijakan afirmatif ini membebaskan guru dari kecemasan finansial bulanan sehingga mereka mampu mengerahkan energi kreatif untuk memperkaya metode belajar interaktif.
Intervensi terukur pemerintah membuahkan lonjakan rasio sertifikasi guru nasional hingga menyentuh kisaran 92 persen atau melampaui 2,7 juta tenaga pendidik sepanjang periode 2020–2025.
Kementerian juga berhasil mentransformasi nasib 1,1 juta guru honorer menjadi ASN PPPK dengan kepastian remunerasi serta tunjangan profesi yang layak.
Dirjen Nunuk menegaskan bahwa keberanian mengambil keputusan taktis di tengah keterbatasan sistem menjadi kunci keberhasilan reformasi birokrasi pendidikan.
“Semangat kita adalah tidak perlu menunggu sampai sempurna untuk bisa berhasil. Karena kalau kita menunggu sampai sempurna, waktunya tidak akan selesai,” ungkap Dirjen Nunuk dalam pesannya yang disampaikan pada Jumat (6/11).
Baca Juga: Seskab Teddy: Insentif Guru Honorer Naik Jadi Rp400 Ribu, Tunjangan Cair Langsung ke Rekening
Kolaborasi Komunitas Guru Bangun Ekosistem Berbagi Praktik Baik
IGI aktif memosisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah dengan memfasilitasi ruang belajar mandiri melalui etos sharing and growing together.
Komunitas profesi ini secara konsisten menggelar pelatihan sebaya, membedah teknologi edukasi terkini, dan mentransfer praktik pedagogi terbaik antarwilayah perkotaan maupun pelosok.
Sinergi pemerintah dan asosiasi profesi ini memangkas ketergantungan sepihak pada pelatihan birokrasi terpusat yang sering kali kaku.




