Urgen Perubahan Kurikulum dan Program Magang Terstruktur
Eko mendesak pemerintah dan perguruan tinggi memperbarui capaian pembelajaran (learning outcome). Pembenahan tidak boleh membebankan pencari kerja secara individual semata.
“Hal ini karena respons atas perubahan tersebut tidak cukup di level individual (sarjana dan diploma atau mungkin tenaga ketrampilan seperti SMK, STM, BLK, dan lain-lain),” jelasnya.
Eko menyarankan penguatan magang terstruktur yang melibatkan industri sebagai jalan keluar. Selain itu, pemerintah wajib menciptakan iklim industri baru agar pasar sanggup menyerap tenaga kerja siap pakai.
“Industri harus diciptakan agar tersedia lapangan pekerjaan. Kalau tidak industri, bagaimana tenaga kerja yang sudah siap bisa terserap,” lanjut Eko.
Pengembangan Ekosistem Wirausaha Muda
Selain membenahi kurikulum, pemerintah perlu mendorong pengembangan wirausaha muda guna membuka lapangan kerja baru. Sektor ekonomi kreatif seperti kuliner, kriya, film, dan musik menyimpan potensi besar.
Kendati demikian, program wirausaha memerlukan ekosistem pendukung yang matang. Pemerintah harus menjamin akses permodalan, pelatihan kompetensi, serta jaringan bisnis bagi para pemuda.
“Tetapi membangun wirausaha muda harus dibangun juga ekosistemnya baik kompetensi, modal, jaringan, dan lain-lain,” pungkas Eko.




