URBANCITY.CO.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan gelombang konsolidasi dan penataan ulang portofolio perbankan asing di Indonesia masih berjalan koridor yang sehat.
Regulator menepis anggapan bahwa eksodus atau pelepasan unit bisnis ritel oleh sejumlah bank global menandakan pasar domestik sudah tidak lagi menguntungkan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa ceruk pasar bisnis ritel di tanah air sebenarnya masih sangat menjanjikan bagi industri perbankan nasional.
Outlook bisnis ritel perbankan di Indonesia ke depan secara umum masih prospektif dan tetap menjadi salah satu sumber pertumbuhan utama industri perbankan, meskipun tantangannya semakin beragam.
Baca Juga: OJK Respons Titah Prabowo Soal Kredit Rakyat 5 Persen dan Siasat Jinakkan Risiko NPL
“Adapun pelepasan unit ritel oleh bank asing lebih tepat dilihat sebagai bagian dari realignment strategi global dan efisiensi portofolio,” ujar Dian dalam wawancara tertulis, Minggu (17/5/2026).
Babak Baru Transaksi Ritel OCBC NISP dan HSBC
Salah satu bukti nyata masih seksinya pasar ritel domestik adalah agresivitas PT Bank OCBC NISP Tbk dalam berburu pertumbuhan anorganik.
OJK mengonfirmasi bahwa manajemen OCBC telah membuka pembicaraan resmi terkait rencana ekspansi ini sejak merumuskan rencana bisnis bank akhir tahun lalu.
“Rencana aksi korporasi untuk pertumbuhan anorganik oleh Bank OCBC NISP telah dikomunikasikan dengan OJK pada saat Bank menyampaikan rencana bisnis tahun 2026 – 2028 pada akhir tahun 2025 lalu,” ungkap Dian.




