“Melalui kehadiran layanan kesehatan dan wellness berstandar internasional di dalam negeri, masyarakat kini memiliki alternatif layanan kesehatan berkualitas global tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk berobat ke negara lain,” ujar Maya Watono.
Baca Juga: Nindya Karya Tuntaskan Pembangunan KEK Sanur, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bali
Maya menambahkan, integrasi infrastruktur medis modern di pulau dewata ini diproyeksikan mampu menarik kunjungan wisatawan mancanegara untuk menikmati pemulihan kesehatan di Indonesia.
Pengembangan kawasan ini merupakan bagian dari transformasi pariwisata Indonesia menuju quality tourism yang lebih berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar.
“Kehadiran fasilitas kesehatan bertaraf internasional di KEK Sanur diproyeksikan mampu menahan potensi devisa keluar sekaligus menarik devisa masuk melalui kunjungan wisatawan mancanegara untuk layanan kesehatan dan wellness di Indonesia,” tambah Maya Watono.
Kolaborasi Kedokteran Global dan Destinasi Medis Asia
Pada fase awal, operasional The Solitaire ditopang oleh tim ginekolog bersertifikasi dari Seoul National University Hospital di klinik Hestia untuk layanan intimate wellness.
Baca Juga: Keunikan Design Main Gate KEK Sanur yang Sarat Kearifan Lokal
Sementara pada lini bedah estetika (aesthetic surgery), prosedur seperti tummy tuck hingga facelift dipimpin langsung oleh Dr. Marco Faria Correa, ahli bedah plastik dunia dengan pengalaman lebih dari 35 tahun.
Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat, menegaskan bahwa peresmian ini adalah tonggak penting bagi KEK Sanur dalam memantapkan posisinya di peta pariwisata medis global.




