Menghidupkan Pasar Rakyat yang Inklusif
Mengusung jargon utama “Semarak Muharram”, Festival Tabut 2026 dipastikan bakal bising oleh gemuruh musik Dhol—alat musik perkusi perkasa khas Bengkulu yang gaungnya telah melanglang buana ke mancanegara.
Panggung utama juga akan diramaikan oleh Tari Kreasi Tabut serta permainan rakyat yang mulai langka seperti Ikan-Ikan dan Telong-Telong.
Berbeda dengan edisi lawas, festival kali ini dirancang ramah untuk anak-anak dan kelompok penyandang disabilitas.
Panitia menyiapkan ruang khusus untuk pembacaan dongeng dan cerita rakyat Bengkulu, lomba mewarnai, hingga Showcase Ekraf Unggulan.
Baca juga: Wamen Ekraf Targetkan Festival Jamu Nusantara 2026 Jadi Tren Gaya Hidup Global
Ada pula ruang business matching, gelar wicara (talkshow), peragaan busana (fashion show), pasar rakyat, deretan kedai street food, serta pameran pembangunan.
Hafiz optimistis bahwa formula pengemasan festival yang menyeimbangkan pelestarian ritus kuno dan keterlibatan aktif industri hilir ini bakal memberikan pengalaman melintasi waktu yang berkesan bagi para pelancong.
“Melalui kegiatan ini, Festival Tabut diharapkan dapat semakin meningkatkan citra pariwisata Bengkulu melalui penyelenggaraan event yang berkualitas sehingga menjadi daya tarik yang kuat bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara,” kata Hafiz memungkasi penjelasannya. (*)




