URBANCITY.CO.ID – PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney resmi mengoperasikan kembali hotel bersejarah di jantung Jalan Malioboro dengan identitas aslinya: Grand Hotel De Djokja. Langkah ini menandai kebangkitan salah satu penginapan tertua di Indonesia yang telah berdiri sejak 1911.
Revitalisasi ini bukan sekadar pergantian merek (rebranding), melainkan upaya strategis untuk mengembalikan marwah budaya dan posisi hotel sebagai landmark kelas dunia di Yogyakarta.
Nama Grand Hotel De Djokja dipilih untuk menghormati sejarah panjang bangunan yang sempat berganti nama menjadi Hotel Merdeka hingga Grand Inna Malioboro tersebut.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menyatakan bahwa pelestarian aset bersejarah ini adalah bagian dari mandat perusahaan untuk mengangkat nilai-nilai luhur bangsa ke panggung pariwisata global.
Baca Juga: Grand Inna Malioboro Jadi Grand Hotel De Djokja: Ikon Heritage Bintang Lima Resmi Kembali
“Grand Hotel De Djokja adalah simbol perjalanan panjang Indonesia. Melalui revitalisasi ini, kami ingin memastikan warisan tersebut tidak hanya terjaga, tetapi juga relevan dan kompetitif di tingkat global, sehingga mampu menjadi katalis penguatan pariwisata Yogyakarta dan nasional,” ujar Maya Watono, Senin, 16 Maret 2026.
Jejak Panglima Besar Jenderal Soedirman
Hotel ini menyimpan nilai historis yang mendalam bagi Republik Indonesia. Pada medio 1945–1946, saat Yogyakarta berstatus ibu kota negara, hotel ini menjadi markas Tentara Keamanan Rakyat.
Panglima Besar Jenderal Soedirman tercatat pernah menggunakan salah satu ruangan di sana, yang kini dilestarikan sebagai “Sudirman Suite” (Kamar 291).




