Baca Juga: Kemendag Gandeng Peritel Modern Kurasi Produk Mahasiswa di Campuspreneur Expo Solo
Forum ini menghadirkan pakar dari berbagai direktorat Kemendag serta Tenaga Teknis Export Center Surabaya (ECS), Aksamil Khair.
Para peserta dibekali wawasan mendalam mulai dari pemetaan pasar, program pengembangan produk manufaktur, hingga teknis implementasi hasil perjanjian internasional.
Solusi Teknis dan Strategi Pasar Timur Tengah
Aksamil Khair menyebut forum ini menjadi jembatan krusial antara pemerintah dan pengusaha untuk membedah hambatan ekspor secara langsung.
“Melalui sesi diskusi, pelaku usaha menyampaikan berbagai permasalahan untuk memperoleh klarifikasi dan solusi untuk menjalankan dan mengembangkan ekspor,” tutur Aksamil.
Baca Juga: Gandeng UNS, Kemendag Orbitkan 30 Wirausaha Mahasiswa Lewat Campuspreneur Expo
Manfaat nyata dirasakan oleh Muhammad Zainudin, pemilik CV Haza Food. Sebagai pelaku usaha, ia mengaku terbantu dengan strategi navigasi pasar, terutama untuk wilayah yang sedang mengalami ketegangan geopolitik.
“Kami memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai regulasi ekspor yang harus dipenuhi sekaligus strategi dalam menyiasati pasar Timur Tengah yang tengah terdampak konflik. Forum ini membantu kami mengatur langkah agar ekspor dapat terus berjalan di tengah situasi yang dinamis,” ungkap Zainudin.
Selain sebagai wadah edukasi, forum ini juga menjadi ajang business networking guna memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Dengan daya saing produk unggulan daerah yang terus dipoles, Kemendag optimistis kinerja ekspor nasional akan tetap impresif di sepanjang tahun 2026. (*)






