Gerai ini menyuguhkan pelayanan cepat, desain modern, serta pilihan menu yang relevan dengan selera konsumen urban saat ini.
Inovasi ini menyempurnakan kesuksesan konsep Pak Gembus Signature yang hadir pada tahun 2025 lalu.
“Kami melihat inovasi ini sebagai langkah strategis untuk menjawab perubahan preferensi konsumen sekaligus memperkuat daya saing usaha di tengah persaingan industri kuliner yang semakin kompetitif,” ujar Mendag Budi Santoso menanggapi inovasi Pak Gembus.
Keberhasilan waralaba lokal kini menembus batas negara dengan total 460 gerai domestik dan 102 gerai di Malaysia.
Ayam Gepuk Pak Gembus bahkan mencatatkan namanya dalam the Malaysia Book of Records sebagai jaringan food chain terbesar dan merek tersertifikasi halal pertama di sana.
Mereka tetap mempertahankan autentisitas rasa dengan mendatangkan bumbu langsung dari Indonesia.
Baca juga: Mendag Budi Santoso Sahkan Revisi Permendag 31/2023, Jegal Praktik Dagang Tidak Sehat
Akselerasi Kewirausahaan Nasional
Pemerintah menargetkan peningkatan rasio kewirausahaan Indonesia dari 3,29 persen menuju angka 10–12 persen demi menyongsong status negara maju.
Waralaba membuktikan efektivitasnya sebagai model bisnis yang teruji dalam mencetak wirausaha baru dengan risiko lebih terukur.
Kemendag pun memfasilitasi pelaku usaha melalui berbagai dukungan, mulai dari sistem manajemen hingga pendampingan legalitas bisnis.
Kesuksesan Ayam Gepuk Pak Gembus tidak lepas dari Program Pendampingan Waralaba Nasional (PWN) periode 2021—2025 yang diselenggarakan Kemendag.



