Baca juga: Bidik Pasar Global, Wamendag Roro Esti Pacu Ekspor Produk Halal Indonesia
Mansour Alajmi, Director of International Cooperation Department Riyadh Chamber, menegaskan komitmen lembaganya untuk memberikan dukungan penuh bagi kesuksesan misi dagang Indonesia ini.
Kadin Riyadh siap memfasilitasi berbagai lini, mulai dari penyelenggaraan penjajakan bisnis (business matching), pengiriman misi dagang khusus, hingga proses klarifikasi dan penyediaan daftar pengusaha potensial Saudi yang dikurasi berdasarkan sektor usaha.
Mansour menekankan, kolaborasi ini berjalan selaras dengan ambisi Visi Saudi 2030 yang ingin melakukan diversifikasi dan penguatan hubungan ekonomi eksternal, termasuk dengan Indonesia.
“Indonesia merupakan salah satu negara tujuan misi dagang pengusaha Arab Saudi di samping Malaysia, Tailan, dan Vietnam. Kami siap mendukung dan menyosialisasikan agenda promosi di Indonesia agar buyer potensial dapat hadir dan bertransaksi saat pameran,” ujar Mansour.
Baca juga: Dorong Wisata Halal, Menpar Widiyanti Serahkan Sertifikat Halal di Kulon Progo
Angka yang Berbicara
Geliat pasar Arab Saudi bagi produk Indonesia memang menunjukkan tren yang menarik untuk terus diseriusi.
Data mencatat, pada periode Januari–April 2026 saja, total nilai perdagangan Indonesia dan Arab Saudi sudah tembus di angka USD 1,59 miliar, dengan nilai ekspor Indonesia mencapai USD 676 juta.
Jejak rekam sepanjang tahun 2025 pun tak kalah mentereng. Total nilai perdagangan dua negara tercatat USD 6,53 miliar, di mana Indonesia berhasil mengamankan ekspor sebesar USD 2,88 miliar.


