Angka-angka ini menjadi fondasi kuat sekaligus pembuktian bahwa produk Indonesia memiliki taji di pasar Saudi.
Keranjang komoditas ekspor unggulan Indonesia ke Arab Saudi kini masih didominasi oleh kendaraan beserta suku cadangnya, lemak dan minyak hewani atau nabati (CPO dan turunannya), kapal laut, makanan olahan, serta kayu dan barang dari kayu.
Baca juga:Â Aturan Baru Barang Gunaan: Alat Makan Keramik IKM Wajib Bersertifikat Halal
Sebaliknya, Indonesia masih banyak mengimpor komoditas seperti garam, belerang, dan kapur; plastik dan barang dari plastik; bahan kimia organik; serta buah-buahan dari Arab Saudi. Sinergi di TEI dan Halal Indo 2026 diharapkan dapat mendiversifikasi dan menyeimbangkan keranjang dagang tersebut. (*)




