Baca Juga:Â IKM Furnitur Kian Berani Penetrasi ke Pasar Global, Mampu Ciptakan Produk Andal
Pendampingan Berbasis Teknologi di Cirebon
Sebagai langkah konkret, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) menggelar pendampingan teknis di Kabupaten Cirebon pada medio April lalu. Cirebon dipilih karena posisinya sebagai sentra kerajinan rotan, kayu, dan batik yang telah mapan.
Dirjen IKMA Reni Yanita menyebutkan bahwa perajin daerah kini didorong untuk memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) guna membaca tren pasar dunia.
“Pemanfaatan kecerdasan buatan dapat membantu membaca tren pasar dan mengembangkan ide kreatif baru,” kata Reni. Selain itu, penguatan strategi pemasaran digital menjadi kewajiban agar produk lokal mampu menjangkau pasar internasional secara mandiri.
Sinergi dengan Rencana Induk Daerah
Upaya pusat ini sejalan dengan regulasi lokal, yakni Perda Kabupaten Cirebon Nomor 1 Tahun 2026 tentang Rencana Pembangunan Industri 2025–2045.
Baca Juga:Â Menperin Agus Gumiwang: IKM Perkakas Tangan Lokal Siap Penuhi Kebutuhan Pertanian dan Ekspor
Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan berharap pemerintah daerah terus konsisten memfasilitasi tiga pilar unggulan: makanan-minuman, kerajinan (rotan/kayu/bambu), serta industri batik.
Kemenperin memastikan dukungan bagi IKM akan terus mengalir melalui berbagai program, mulai dari restrukturisasi mesin, fasilitasi Kekayaan Intelektual (KI), hingga program e-smart IKM guna memastikan pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan dari daerah untuk pasar dunia.






