Kemenperin akan mengirimkan para tenaga kerja lokal untuk menyerap keahlian teknologi manufaktur digital dan kecerdasan buatan dari negara-negara berkembang lainnya.
Program pelatihan intensif ini bertujuan mendongkrak kompetensi sumber daya manusia (SDM) agar siap menghadapi era otomatisasi total.
Baca juga:Â Kemenperin Gandeng Ritel Nasional demi Dongkrak Pasar Industri Olahraga Lokal
Agenda pembicaraan tingkat tinggi ini turut menyentuh pengelolaan industri nikel ramah lingkungan di Indonesia Timur.
UNIDO menggandeng raksasa metalurgi Tsingshan Holding Group dari Tiongkok untuk menyusun standar dekarbonisasi pada smelter mineral.
Ini menjadi jawaban atas tuntutan pasar global yang mulai memboikot komoditas tambang jika proses produksinya masih merusak kelestarian lingkungan dan mengabaikan efisiensi energi.
Melalui kesepakatan di Jakarta ini, Indonesia dan UNIDO mengunci komitmen jangka panjang demi kemajuan ekonomi sirkular.
Kerja sama erat ini dipercaya mampu memperderas arus modal asing, memperluas adopsi teknologi ramah lingkungan.
Kemudian, mematangkan posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai pasok industri hijau dunia. (*)




